Teodisi Luka dan Negara yang Absen
Perempuan Sebagai Penyangga Terakhir
Ilusi Kehadiran Negara
Risiko Kematian Perempuan dalam Bencana
14 kali lebih tinggi
Berdasarkan laporan UN Women September 2023, perempuan dan anak-anak menghadapi risiko kematian yang jauh lebih besar saat bencana ekologi terjadi. Hal ini bukan sekadar nasib, melainkan akibat dari diskriminasi akses informasi serta jerat struktural yang membatasi ruang gerak mereka dalam situasi darurat.
"Data ini merujuk pada laporan Feminist Climate Justice yang menyoroti kerentanan struktural perempuan."
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat serta di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar."
Ayat ini sering disalahpahami sebagai dosa kolektif masyarakat kecil, padahal ia berbicara tentang tanggung jawab moral atas kerusakan yang terjadi di bumi.
Stratifikasi Kerusakan
Aktor Struktural
Pihak yang memiliki otoritas besar seperti korporasi besar dan birokrat yang menandatangani izin eksploitasi hutan atau peracunan sungai demi keuntungan ekonomi jangka pendek.
Warga Terdampak
Masyarakat kecil yang seringkali dijadikan kambing hitam atas kerusakan lingkungan, padahal mereka adalah pihak yang paling menderita akibat kebijakan aktor di level atas.
Pemulihan Sebagai Kerja Sunyi
Refleksi Diri
Apakah kita berani menagih tanggung jawab aktor besar di balik kerusakan lingkungan, atau kita terus membiarkan perempuan menanggung beban sendirian?