Hidup, Bangkit dengan Nasihat dan Wejangan

Hidup, Bangkit dengan Nasihat dan Wejangan

02 Maret 2025
316 dilihat
1 menit, 41 detik

Pertukaran informasi antar generasi kerap melahirkan kesenjangan pengalaman, namun toh kita hidup di dunia, bangkit dengan nasihat dan wejangan.

Tsaqafah.id – Di umur yang sudah mendekati kepala 3, pilihan hidup kian menipis sementara idealitas mulai memudar. Satu hal yang perlu dipersiapkan di usia tersebut adalah mencoba senantiasa besar hati untuk segala kemungkinan tak terperi yang didapat kemudian.

Sebagian orang di atas usiaku menilai kalau kepala 3 membuatmu tak lagi capek akan pilihan hidup yang berbelit, yang menekan saraf pikiran dan membuatmu enggan bergerak. Tak ada lagi watak ragu dalam mengambil keputusan, pun tak ada lagi keraguan dalam menindak yang telah lalu. 

Ia cukup mengerti, terutama dalam hal jodoh, yang belakangan jadi titik krisis anak muda hingga menekan angka pernikahan. Pada 2023, ada 1,58 juta pasangan menikah, jumlah itu mengalami penurunan sebesar 128.000 muda-mudi (BPS, 2024). 

Baca Juga Melamban Bukanlah Hal yang Tabu

Tren penurunan angka pernikahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di beberapa belahan wilayah Asia lainnya, seperti Jepang dan Korea. Penyebabnya beragam dan mengalami penumpukan faktor, khususnya melemahnya institusi keluarga. 

Seorang yang mendekati kepala 3 hari ini adalah golongan milenial yang jamak tumbuh dalam iklim “generasi roti lapis”. Sehingga ada gejolak tak terperi yang lahir dari himpitan psikologis dan juga finansial yang rata-rata hampir dialami oleh setiap insan milenial.   

Pertukaran informasi antar generasi kerap melahirkan kesenjangan pengalaman, namun toh kita hidup di dunia, bangkit dengan nasihat dan wejangan. Nasihat buruk cenderung lebih disukai daripada nasihat baik lantaran ada kekeliruan yang cakap diambil teladan. 

Semenjak kurang lebih enam tahun silam, saya cukup rutin membangun akun wejangan-wejangan yang, khususnya saya tularkan energinya kepada diri saya sendiri. Kalaupun itu mampu menyinari orang lain, itu adalah bonus.

Baca Juga Semangkuk Bakso Sebelum Ramadan

Kata temanku tadi yang akan naik ke pelaminan Juni mendatang, hidup tidak harus terbelenggu oleh idealitas yang justru membuatmu merasa tersandera hanya pada nilai yang kamu percayai tanpa menarik balik nilai-nilai umum yang publik inginkan.

Layaknya dunia industri, ada demanding yang lebih luas dari sekedar apa yang tumbuh di kepalamu. Sekali-kali keluar dari pernyataan bahwa “aku tahu semua” menuju “banyak bagian dari dunia yang belum pernah kujelajahi”. Pola seperti ini akan menjadi pemicu yang tepat untuk membentuk kepribadian yang lebih tertata dengan rapih. 

Agaknya, dunia tak lagi menjadi sarang nasihat baik, tapi saking berjibunnya nasihat bikin hidup terasa njelimet untuk dijalani dengan baik-baik saja. 

Profil Penulis
Afrizal Qosim
Afrizal Qosim
Penulis Tsaqafah.id
penulis lepas.

44 Artikel

SELENGKAPNYA