Air dan Manusia: Perspektif Tafsir As-Sya’rawi dan Tinjauan Sains

Air dan Manusia: Perspektif Tafsir As-Sya’rawi dan Tinjauan Sains

16 Oktober 2025
158 dilihat
2 menits, 24 detik

Para profesional kesehatan merekomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya 1,5–2 liter air setiap hari untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal.

Tsaqafah.id Air merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa air, manusia, hewan, dan tumbuhan tidak dapat hidup.

Dalam Al-Qur’an, air dianggap sebagai salah satu tanda besar Allah, menunjukkan kekuasaan-Nya dengan menghidupkan tanah yang mati dan menjadi berkah bagi semua makhluk hidup.

Di sisi lain, ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa tubuh manusia terdiri dari sekitar 50 hingga 70 persen air.

Air ini sangat penting untuk banyak fungsi tubuh, seperti pencernaan, membantu darah mengalir di seluruh tubuh, dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Artikel ini membahas bagaimana ayat-ayat dari QS. Al-Wâqi‘ah [56]: 68–70 menjelaskan keajaiban air, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir As-Sya‘rawi. Artikel ini juga melihat bagaimana penemuan ilmiah saat ini mendukung pesan spiritual dalam ayat-ayat tersebut.

Air sebagai Sumber Kehidupan dan Tanda Kekuasaan Allah. Allah berfirman:
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan, atau Kami yang menurunkannya? Seandainya Kami berkehendak, niscaya Kami jadikan air itu asin. Maka mengapa kamu tidak bersyukur?”. (QS. Al-Wâqi‘ah [56]: 68–70).

Menurut Tafsir As-Sya’rawi, ayat ini mengandung makna yang mendalam mengenai keterbatasan manusia dan keagungan Allah.

Baca juga Menemukan Rasa Cukup: Belajar Qanaah dan Zuhud di Era FOMO

Manusia dapat menanam, membudidayakan, dan memanen buah-buahan bumi, namun mereka tidak dapat menurunkan setetes air pun dari langit. Proses hujan merupakan bukti nyata kekuasaan Allah dalam menjaga keseimbangan alam.

As-Sya’rawi menekankan bahwa jika Allah menghendaki air menjadi asin, kehidupan di bumi tidak akan mungkin ada. Oleh karena itu, perintah “falâ tatsykurûn” (mengapa kalian tidak bersyukur?) — berfungsi sebagai pengingat teologis bagi manusia untuk tidak hanya menggunakan air, tetapi juga bersyukur dengan menjaga kemurniannya dan memastikan keberlanjutannya.

Peran Vital Air dalam Tubuh Manusia

Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa air sangat penting bagi kehidupan biologis manusia. Sekitar 50-70% tubuh manusia terdiri dari air, dan setiap organ bergantung padanya. Peran utama air dalam tubuh meliputi:

  • Mengatur suhu tubuh melalui penguapan dan keringat
  • Membantu proses metabolisme dan pencernaan
  • Berfungsi sebagai pelarut alami untuk nutrisi, vitamin, dan mineral
  • Melumasi dan melindungi sendi dan jaringan
  • Mengeluarkan toksin dan limbah metabolik melalui urine dan keringat

Dehidrasi dapat mengganggu fungsi organ-organ vital seperti ginjal, jantung, dan otak. Dalam kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ atau bahkan kematian.

Baca juga Kematian sebagai Gerbang Awal Kehidupan Akhirat (1)

Para profesional kesehatan merekomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya 1,5–2 liter air setiap hari untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal.

Kriteria Air Layak Konsumsi: Antara Sains dan Syariat

Baik dalam hukum agama maupun ilmu sains, air yang kita minum harus bersih dan murni. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Indonesia, air yang layak digunakan harus memenuhi berbagai kriteria: air tersebut harus jernih, tidak berbau atau berasa, dan tidak mengandung mikroorganisme berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Giardia.

Air tersebut juga tidak boleh mengandung bahan kimia beracun seperti arsenik atau timbal, dan tingkat pH-nya harus netral, antara 6,5 dan 8,5.

Ayat tentang air mengandung pesan universal yang melampaui batas waktu dan ruang. Al-Qur’an tidak hanya memerintahkan manusia untuk minum air, tetapi juga mengajarkan kita untuk bersyukur, menggunakan air dengan bijak, dan bertanggung jawab atas sumber daya alam.

Dalam konteks modern, pesan ini sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan dan krisis air global. Ketika manusia menyadari bahwa air adalah anugerah suci dari Allah, maka menggunakan air dengan bijak dan melindunginya menjadi bentuk ibadah yang sesungguhnya.

Profil Penulis
Jina Hidayati Allusdam
Jina Hidayati Allusdam
Penulis Tsaqafah.id
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

6 Artikel

SELENGKAPNYA