Tsaqafah.id – Media literasi Suara muslim muda sukses menyelenggarakan agenda pelatihan internal bertajuk ”Upgrading Skill: Desain Grafis” yang ditujukan bagi jajaran tim redaksi, mahasiswa magang dan umum. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting pada Sabtu (28/02/2026) di tengah suasana bulan Ramadan.
Agenda ini dirancang untuk membekali para kontributor dengan kemampuan komunikasi visual yang mumpuni dalam mengemas konten dakwah dan sosial. Peserta yang hadir meliputi kru redaksi, mahasiswa magang yang tengah mendalami dunia jurnalistik digital di Tsaqafah.id serta dari kalangan umum.
Pimpinan Umum Tsaqafah.id, Khalimatu Nisa, dalam sambutannya menekankan bahwa keterampilan desain grafis saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan pokok bagi generasi muda. Ia mendorong mahasiswa untuk memahami prinsip dasar desain agar karya yang dihasilkan memiliki karakter yang kuat.
”Keterampilan desain grafis sepertinya sudah menjadi pekerjaan yang selalu melekat pada teman-teman Gen Z di mana pun berada. Melalui sesi ini, kita ingin belajar bersama agar kemudahan teknologi tetap diimbangi dengan pemahaman mendalam tentang tata letak dan pemilihan fon yang berkualitas,” ujar Nisa dalam sambutannya.
Baca juga Islam Damai dalam Literasi Digital Generasi Muda
Pelatihan ini menghadirkan Erfika Qotrunnada, alumnus program magang angkatan pertama Tsaqafah.id yang kini aktif sebagai Freelancer dalam bidang desain grafis. Erfika memaparkan tiga pondasi utama dalam membangun desain yang efektif, yaitu desain objektif sebagai strategi, elemen desain sebagai unsur visual, serta prinsip desain sebagai aturan penyusunan komposisi.
Dalam pemaparannya, Erfika menjelaskan secara mendalam mengenai typografi, penggunaan ruang kosong (white space), hingga psikologi warna. Ia menegaskan bahwa esensi dari seorang desainer grafis adalah kemampuan untuk menyampaikan pesan secara jelas dan terstruktur.
”Fokus kita pada hari ini bukanlah untuk langsung menjadi desainer profesional yang sempurna, melainkan untuk terus berkembang. Hal yang paling penting dalam belajar desain bukanlah siapa yang paling jago, melainkan siapa yang paling konsisten dalam berkarya,” tutur Erfika Qotrunnada.
Sesi pelatihan menjadi semakin seru saat memasuki agenda bedah desain terhadap karya carousel Instagram yang dibuat oleh kontributor. Dua mahasiswa magang, Muhammad Genta Saputra dan Muhammad Arkan Fawwaz Iswar, mempresentasikan karya mereka untuk mendapatkan evaluasi langsung. Erfika memberikan catatan kritis mengenai konsistensi batas margin, pengaturan jarak baris (line spacing), serta korelasi antara ilustrasi visual dengan narasi teks yang diangkat.
Program ini diharapkan dapat membantu kontributor Tsaqafah.id yang tidak hanya mahir dalam mengolah kata, tetapi juga cakap dalam memvisualisasikan gagasan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas konten kreatif di berbagai kanal Tsaqafah.id.
Baca juga Pendidikan sebagai Medan Jihad Gen Z

