Aktivitas-Aktivitas Sunnah Ketika Berpuasa

Aktivitas-Aktivitas Sunnah Ketika Berpuasa

17 April 2021
529 dilihat
2 menits, 43 detik

Ibadah puasa adalah ibadah yang wajib dilaksanakan bagi seorang muslim. Seseorang dikatakan sah berpuasa jika telah memenuhi dua rukun puasa, yaitu niat dan imsak. Sebagaimana ibadah-ibadah lain, selain rukun yang sifatnya wajib, ada juga beberapa hal yang menjadi anjuran untuk diamalkan.

Anjuran-anjuran ini disebut sebagai sunnah puasa. Beberapa aktivitas yang disunnahkan ketika berpuasa antara lain,

Pertama; Menyegerakan berbuka puasa. Hal ini sangat dianjurkan bagi orang yang berpuasa apabila waktu tenggelamnya matahari sudah dipastikan. Hal ini berdasar hadis Nabi saw,

لا یزال الناس بخیر ما عجلوا الفطر 

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari) 

Jika terlambat berbuka dikarenakan udzur tertentu, itu bukan masalah baginya. Namun, jika berpandangan bahwa menunda-nunda waktu buka adalah lebih baik, hal ini dimakruhkan karena bertentangan dengan sunnah.

Kedua; Berbuka dengan Kurma. Disunnahkan juga bagi orang berpuasa untuk berbuka dengan kurma basah, jika tidak ada maka dengan kurma kering, jika tidak ada maka dengan air putih. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat dari Nabi saw, 

كان یفطر قبل أن یصلي على رطبات فإن لم تكن رطبات فتمیرات فإن لم تكن تمیرات حسا حسوات من ماء 

“Beliau (Nabi saw) berbuka sebelum shalat dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada, maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada, maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi) 

Ketiga; Berdoa ketika berbuka puasa. Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk membaca doa ketika berbuka dengan lafal,

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ و ابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشاَءَ الله

“Ya Allah, untuk-Mu hamba berpuasa, atas rezeki yang Engkau berikan hamba berbuka. Dahaga telah sirna, urat-urat telah basah, dan pahala sudah ditetapkan, insya Allah.” 

Selain doa ini, seorang yang berpuasa juga dianjurkan untuk memohon dan berdoa kepada Allah swt karena waktu berbuka adalah salah satu diantara waktu yang baik untuk berdoa.

Keempat; Memberikan makanan berbuka untuk orang yang berpuasa. Disunnahkan pula untuk mengundang orang yang berpuasa untuk berbuka dengan memberikan makanan kepadanya di waktu berbuka puasa. Jika tidak mampu memberikan makanan berat, dianjurkan untuk memberikan makanan ringan seperti kurma, susu, atau air putih.

من فطر صائما فله مثل أجره، لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Siapa yang memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR. Ibnu Majah)

Kelima; Makan sahur. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw,

تسحروا فإن في السحور بركة 

“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat berkah.” (HR. Bukhari)

Diantara yang menjadi penyebab keberkahan sahur ialah menguatkan orang yang berpuasa, memberikan semangat, juga ada kegembiraan dan keringanan ketika sahur, dan itulah penyebab banyak orang berpuasa. Waktu sahur ada di antara pertengahan malam dan terbitnya fajar. Keberkahannya dapat diperoleh dengan sahur yang banyak maupun sedikit, bahkan ketika hanya sahur dengan beberapa teguk air putih.

Keenam; Mengakhirkan makan sahur. Disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur selama yakin bahwa malam masih ada. Seandainya ada keraguan, maka dianjurkan untuk makan sahur sebelum masuk waktu imsak (beberapa menit sebelum masuk waktu subuh). Dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa jarak sahur Nabi saw dengan waktu shalatnya sekitar bacaan 50 ayat al-Qur’an.

Ketujuh; Mandi untuk menghilangkan hadas besar. Disunnahkan untuk siapa saja yang memiliki hadas besar untuk segera mandi besar sebelum masuk waktu fajar, agar ketika puasanya dimulai ia dalam keadaan suci. Seandainya menunda mandinya sampai fajar tiba, puasanya tetap sah karena hadas besar tidak menghalangi puasa. Namun dianjurkan untuk mempercepat mandinya.

Dianjurkan pula bagi perempuan untuk mandi besar karena haid atau nifas sebelum fajar jika memang telah sempurna sucinya, serta darah sudah berhenti mengalir sebelum fajar tiba.

Kedelapan; Memberbanyak amal saleh. Puasa adalah ibadah dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Oleh karenanya, dianjurkan pula bagi orang yang berpuasa untuk menambah ketaatannya dengan berbagai macam amal saleh. Seperti memperbanyak sedekah, infak, melakukan perbuatan baik pada keluarga dan tetangganya, memperbanyak membaca al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, tarawih, dan i’tikaf.

Selain sunnah-sunnah yang disebutkan, semua sunnah yang berlaku ketika sedang tidak berpuasa juga dianjurkan untuk dilakukan. Dikatakan bahwa semua amal saleh akan dilipat gandakan ganjarannya pada bulan Ramadan. Wallahu a’lam.

*Disarikan dari kitab al-Mu’tamad fi al-Fiqh al-Syafi’i karya Dr. Muhammad al-Zuhaily

Profil Penulis
Ibnu Masud
Ibnu Masud
Penulis Tsaqafah.id
Santri Kampung. Sekolah di IIQ An-Nur Ngrukem Yogyakarta. UX/UI Designer di Sebo Studio.

10 Artikel

SELENGKAPNYA