Gen Z, Perhatikan! Kebiasaan yang Bisa Menghalangi Suksesmu

Gen Z, Perhatikan! Kebiasaan yang Bisa Menghalangi Suksesmu

16 Februari 2025
327 dilihat
3 menits, 48 detik

Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu.

Tsaqafah.id – Beberapa waktu yang lalu sedang trending topik mengenai Gen Z sebagai beban negara. Istilah mudahnya ialah anak muda di era sekarang yang lebih banyak jadi pengangguran daripada bekerja.

Maka dari ini, penulis ingin memaparkan terkait tanda tanda anak muda yang sudah menghancurkan masa depannya. Mengingat, dalam data yang pernah dikutip oleh kompasiana.com menjelaskan bawah setidaknya kurang lebih 9,8 Juta Gen Z menganggur disebabkan karena beberapa hal yang harus dihindari.

Pertama, menghabiskan waktunya hanya untuk scrolling sosial media. Bagi para orang tua, melihat anak Gen Z betah di kamar seharian bukanlah hal aneh. Kemungkinan besar, mereka sedang asyik scrolling media sosial—dari video lucu hingga diskusi hangat. Media sosial bagi mereka bukan sekadar hiburan, tapi juga ruang sosial untuk belajar dan berekspresi. 

Bahkan yang memprihatinkan lagi ialah sampai lupa aktifitas, lupa sarapan, lupa olahraga bahkan lupa segalanya. Inilah yang harus dihindari oleh anak muda. Mereka menggunakan media sosial yang dia miliki hanya untuk melihat tayangan video tanpa ada maksud yang jelas sehingga menghabiskan waktu dan energi nya untuk scroll saja.

Baca Juga: Jejak Imam Bukhari: Dari Kehidupan Pribadi hingga Shahih Bukhari

Beberapa hal yang bisa menjadi evaluasi adalah pemanfaatan media sosial. Sebagai generasi yang hampir semuanya adalah user media sosial, sudah saatnya Gen Z harus memanfaatkannya untuk kebaikan, menebar kebermanfaatan, mencari lapangan pekerjaan, mencari beasiswa kuliah, dan berbagai hal lain sesuai dengan kebutuhan yang mereka miliki. Dengan demikian, media sosial tidak disalahgunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, menebar hoax, atau untuk hiburan semata.

Kedua, tidak punya tujuan hidup yang jelas. Jikalau ada anak muda yang memiliki keterampilan terbatas, relasi keilmuan yang terbatas bahkan pengalaman yang terbatas maka kemungkinan besar terdapat indikasi tidak memiliki arah pandang tujuan hidup yang jelas. Lebih-lebih bagi mereka yang hari-harinya digunakan untuk rebahan dan meminta uang orang tua hanya untuk kesenangan belaka.

Ketiga, main game sampai larut malam. Sekarang banyak dijumpai anak muda di waktu dini hari hingga menjelang subuh bermain game di warkop. Ketika pagi, dilanjutkan tidur dan bangun di siang hari. Semestinya waktu pagi bisa mereka gunakan untuk belajar dan mengambil banyak pengalaman luar justru mereka gunakan untuk tidur-tiduran.

Sebenarnya main game boleh-boleh saja, namun tidak baik jika terlalu berlebihan. Apalagi sampai rela mengambil harta orang tua kemudian dibelanjakan untuk top up game di event tertentu.

Keempat, malas membaca buku. Anak muda sekarang lebih suka menonton video drakor, video bucin, video musik, bahkan yang lebih bahannya video negatif yang merusak akal dan hati mereka. Padahal, jika dia gunakan waktu mereka sedikit saja untuk membaca buku keilmuan atau keislaman pasti pemikiran mereka akan luas. Mereka bisa mengetahui ilmu bahkan merealisasikannya dalam bentuk postingan yang bermanfaat atau tulisan yang mengedukasi anak muda lainnya.

Kelima, banyak makan junk food. Seperti yang saya tulis dalam artikel sebelumnya, bahwa Gen Z atau anak muda hari ini dijajah dengan 3F salah satunya dari food (makanan). Inilah yang mereka konsumsi, lebih suka mengkonsumsi junk food. Pagi, siang, dan malam yang dia konsumsi berbagai olahan makanan instan yang banyak mengandung pengawet dan pewarna.

Baca Juga: Islam Damai dalam Literasi Digital Generasi Muda

Padahal sudah banyak berita kesehatan tentang anak yang di usia mudanya sudah terkena kanker, diabetes, gagal ginjal, lambung bahkan kematian disebabkan karena seringnya mengkonsumsi makanan junk food.

Keenam, budak cinta atau bucin. Bucin saat pacaran, melakukan banyak hal dengan kekasih, bahkan jadi badut pun mau dengan segala effort tapi ujung-ujungnya putus, dikecewakan, bahkan ditinggal tanpa sebab adalah sebuah dinamika kehidupan seorang remaja.

Sudah saatnya anak muda memiliki pemikiran visioner, dewasa dan berwibawa. Ketika putus mereka stres, depresi bahkan ada yang hamil diluar nikah. Bahkan saking stresnya sampai melakukan kejahatan dan bunuh diri.

Bahkan ketika dia sudah berpenghasilan, prioritas mereka untuk membeli kebutuhan sang kekasih. Padahal dia tidak faham kalau kedua orang tuanya mendoakan demi kesuksesan seorang anak. Namun yang dia bahagiakan, yang dia ingat pertama, yang dibelanjakan kebutuhannya ternyata anak orang bukan kedua orang tuanya.

Sudah saatnya anak muda get up!, saatnya anak muda tampil, saatnya anak muda berkreativitas, bekerja, membahagiakan orang tuanya, memperbanyak literasi keilmuannya, mencari sebanyak mungkin pengalaman di luar.

Peran Orang Tua

Orang tua juga harus paham dengan latar belakang kesehariannya. Jangan sampai orang tua sibuk beribadah dan mencari nafkah namun anaknya tidak pernah diingatkan jika salah. Bahkan komunikasi saja masih tertutup. Orang tua harus berani mendidik ke arah yang lebih baik, mengarahkan dan membimbing, berkomunikasi dengan terbuka, selalu memotivasi dan mendengarkan persoalan mereka, sehingga jiwa mereka ada sandaran hidup yang terarah.

Baca Juga: Pendidikan sebagai Medan Jihad Gen Z

Ternyata Nabi Muhammad SAW juga sudah pernah berpesan dalam sabdanya;

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَك قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu. (HR Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Hakim no. 7846, dan Al-Baihaqi no.10248)

Hikmah dari hadits ini adalah Nabi ﷺ memberikan arahan kepada umatnya agar memanfaatkan berbagai kesempatan dalam hidup ini untuk beramal, melakukan kebaikan dan melakukan kebermanfaatan dengan mengisi waktu dan dengan ketaatan. Karena hal itu juga penting untuk menatap dunia serta menata masa depan.

Ingat, masa mudamu tergantung pilihanmu. Tahun 2025, Gen- Z harus Get Up!!

Semoga bermanfaat, dan bisa menjadi pencerahan untuk kita semuanya.

Profil Penulis
Muhammad Iqbal Rahman
Muhammad Iqbal Rahman
Penulis Tsaqafah.id

1 Artikel

SELENGKAPNYA