Bagaimana Cara Kita Mengimani Rukun Iman?

Tsaqafah.id – Pondasi, mungkin kita mengenalnya sebagai landasan yang identik dengan dasar bangunan dalam membangun rumah ataupun gedung. Tidak hanya itu, dalam hal iman juga terdapat pondasi, yaitu rukun lima yang wajib diketahui oleh umat Islam.

Lima rukun Islam adalah pondasi paling kuat yang, jika tak yakin satu di antara lima rukun tersebut bisa dikatakan keluar dari Islam. Rukun iman tersebut terdiri dari dari iman kepada Allah, para malaikat, empat Kitab Allah, para Rasul, Hari Akhir dan Qadha Qadar.

Setelahnya kita akan dihadapkan dengan berbagai narasi, ataupun pikiran-pikiran terkait maujudnya Tuhan. Pikiran yang menjadikan kita berpikir mengapa wujud yang lima tersebut, yang bisa kita lihat hanya kitab Allah yaitu al-Qur’an?

Dari sini kita akan membahas pondasi pasca mengimani rukun iman itu untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu dengan rasa mahabbah atau cinta.

Kenapa kok mahabbah bukan yang lainnya? Karena dengan mahabbah-lah kita bisa membaca satu-satunya tinggalan yaitu al-Qur’an.

Mahabbah ini ditujukan kepada Allah, manusia dan alam. Karena pada dasarnya kita yang hidup di dunia ini tidak pernah lepas dari tiga hubungan tersebut. Baik hubungan dengan Allah yang telah menciptakan semesta ini, dengan manusia yang setiap hari berinteraksi dan dengan alam yang telah menyediakan berbagai kebutuhan hidup.

Baca Juga: Berkeinginan Menghafal Al-Qur’an, Bagaimana Sebaiknya?

Seperti yang tertera di dalam al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 112 yang kurang lebih artinya: “mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali Allah dan dengan perjanjian manusia”.

Karena cintalah rahmat dan kasih sayangnya Allah di dunia ini bisa kita nikmati. Merasakan hidup di dunia yang penuh dengan teka-teki. Baik cobaan berupa musibah ataupun kesenangan yang membuat kita tidak bosan untuk beribadah hidup di dunia.

Dengan cinta kepada manusia kita bisa hidup harmonis tanpa adanya dusta. Apalagi pertengkaran-pertengkaran di dunia seperti berebut harta, tahta dan godaan lawan jenis.

Cinta kepada alam tak lain adalah tugas kita sebagi manusia yang hidup di bumi. Alam telah memberikan kenikmatan hidup yang tak terhingga. Baik nikmat berupa materi ataupun non-materi. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan alam ini agar kelak anak cucu kita bisa menikmati?

Mari kita serukan rasa mahabbah agar kita bisa bahagia dengan mudah.

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Takwa Inovatif, Jalan Milenial Menggerus Radikalisme Agama

Next Article

Apa yang Harus Dikerjakan Santri Milenial di Masa Kini?

Related Posts