Kalau Satu Pintu Gagal, Masih Ada Banyak Jalan: Pelajaran dari Nabi Ya’qub

Kalau Satu Pintu Gagal, Masih Ada Banyak Jalan: Pelajaran dari Nabi Ya’qub

21 Agustus 2025
110 dilihat
3 menits, 21 detik

Konsisten memang diperlukan, tetapi jangan lupa untuk tetap fleksibel dalam melihat peluang.

Tsaqafah.id – Konon idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda. Saking idealismenya, seseorang terkadang terus menekuni satu jalan atau bidang dalam waktu yang lama, meskipun hasilnya begitu-begitu saja. Orang bilang ini sebagai jalan istiqomah atau konsisten. Tetapi, jika tak kunjung menemukan hasil, tidak ada salahnya gak si untuk berpindah jalur?

Pesan Ya’qub kepada Putra-Putranya

Setelah memberikan izin untuk mengajak serta Benyamin ke Mesir, nabi Ya’qub memberikan pesan penting kepada putra-putranya sebelum bertolak kembali ke Mesir untuk membeli gandum.Pesan ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 67

,وَقَالَ يٰبَنِيَّ لَا تَدْخُلُوْا مِنْۢ بَابٍ وَّاحِدٍ وَّادْخُلُوْا مِنْ اَبْوَابٍ مُّتَفَرِّقَةٍۗ وَمَآ اُغْنِيْ عَنْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ ۝٦٧

Dia (Ya‘qub) berkata, “Wahai anak-anakku, janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda-beda. (Namun,) aku tidak dapat mencegah (takdir) Allah dari kamu sedikit pun. (Penetapan) hukum itu hanyalah hak Allah. Kepada-Nyalah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya (saja) orang-orang yang bertawakal (meningkatkan) tawakal(-nya).”

Baca juga Lirik Lagu Jadi Doa: Refleksi Lagu “Tanda” Yura Yunita dalam Perspektif Al-Qur’an

Mayoritas ulama tafsir menjelaskan alasan kekhawatiran Nabi Ya’qub atas anak-anaknya yang memiliki wajah tampan, berperilaku baik, kharismatik, serta wibawa. Kondisi ini ditakutkan akan menjadi bahan perhatian orang Mesir yang memiliki watak buruk dan dapat membahayakan hidup mereka. Sehingga Nabi Ya’qub meminta mereka berpencar agar tidak terlalu menarik perhatian.

Lesson Learn dari QS Yusuf: 67

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari ayat ini. Pertama, ayat ini jadi semacam reminder dari Nabi Ya’qub buat anak-anaknya dan juga buat generasi sekarang. Dengan nada penuh perhatian, beliau memberikan tips agar “jangan lewat satu pintu aja, coba lewat pintu yang beda-beda”. Intinya, jangan taruh semua harapan di satu jalan, karena manusia punya batas dan hidup ini tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.

Di sini Nabi Ya’qub memberi pelajaran agar memanfaatkan akal sehat, pengalaman, dan strategi terbaik.Tak heran, jika banyak ulama memerintahkan kita untuk selalu berbuat kebaikan, di manapun atau sekecil apapun, karena kita tidak pernah mengetahui amalan atau perbuatan mana yang akan menyelamatkan kita kelak.

Sama halnya dengan berproses, kita tidak tahu jalan atau pintu mana yang akan membawa kita pada kesuksesan. Konsisten memang diperlukan, tetapi jangan lupa untuk tetap fleksibel dalam melihat peluang.

Kedua, pentingnya ilmu pengetahuan dalam melakukan proses. Tingkat pengetahuan seorang individu akan mempengaruhi bagaimana ia bisa memetakan risiko. Di zaman modern, risiko akan kegagalan di masa depan memang sukar diketahui, tetapi dengan kecanggihan teknologi, seseorang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan informasi mengenai berbagai hal yang berguna untuk melakukan perencanaan. Tetapi perlu diwaspadai bahwa arus informasi yang deras dan tidak disaring dapat menyebabkan fenomena risk fatigue atau kelelahan resiko.

Dalam cerita kisah Nabi Ya’qub di atas, beliau memanfaatkan pengetahuan tentang sifat dan karakteristik orang Mesir waktu itu yang dikenal berwatak buruk dan dapat membahayakan putra-putranya. Oleh sebab itu, beliau meminta putra-putranya untuk tidak masuk melalui satu pintu. Apa yang dilakukan oleh nabi Ya’qub bukan ketakutan yang berlebihan atau mendahului takdir, tetapi sebagai usaha adaptif dan melindungi anak-anaknya dari segala kemungkinan resiko yang terjadi.

Baca juga QS. An-Nur Ayat 55: Jalan Kebangkitan Islam di Era Modern

Ketiga, Adaptif. Hidup memang tidak akan selalu lurus dan mudah seperti yang kita rencanakan.. Kadang, untuk bisa keluar dari kesulitan atau mencapai suatu tujuan, kita perlu mengambil jalur yang berbeda dari yang biasa kita lalui. Fleksibilitas menjadi kunci di sini dengan belajar menyesuaikan diri, mencoba pendekatan baru dan berani meninggalkan zona nyaman. Seperti pesan Nabi Ya‘qub, terkadang jalan alternatif justru membawa kita ke hasil yang lebih aman dan baik daripada hanya terpaku pada satu jalur saja.

Kempat, last but not least, tawakal. Kalimat “(Namun,) aku tidak dapat mencegah (takdir) Allah dari kamu sedikit pun)”, seperti menjadi petunjuk berikutnya, bahwa setelah mengeluarkan segala upaya, ujung dari semua usaha ini adalah tawakal atau diserahkan kepada Allah. Ini semacam mindset do your best, let God do the rest dan masih sangat relevan sampai sekarang.

Upaya yang dilakukan oleh Ya’qub ini disebut Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al- Munir fi al-‘Aqidah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj sebagai akhdzu bi al-asbab. Nabi Ya’qub melakukan pemanfaatan sebab-sebab logis duniawi tanpa mengabaikan ketergantungan kepada takdir Allah.

Akhirnya, pelajaran dari Surat Yusuf ayat 67 ini mengingatkan kita bahwa hidup itu soal keseimbangan antara usaha dan kepercayaan. Kita perlu berikhtiar sebaik mungkin, berpikir cerdas, dan adaptif atau fleksibel dalam menghadapi setiap tantangan, tetapi tetap menyadari bahwa hasil akhir ada di tangan Allah. Jadi, jangan takut mencoba pintu-pintu baru, jalur alternatif, atau cara-cara berbeda dalam hidup. Setiap langkah kecil yang kita ambil dengan niat baik bisa menjadi jalan menuju kesuksesan dan keselamatan, bahkan kadang dari tempat yang tak terduga sekalipun.

Baca juga Ketika Skripsi Jadi Ladang Sabar: Ibrah dari Para Nabi

Profil Penulis
Hafidhoh
Hafidhoh
Penulis Tsaqafah.id

23 Artikel

SELENGKAPNYA