Mukjizat dalam Al-Qur’an (3): Turunnya Hujan Sebelum Perang Badar

Tsaqafah.id – Ketika menghadapi sebuah peperangan dalam situasi rawan dan bahaya, ketenangan menjadi barang berharga. Jika pikiran sedang bergejolak, ia sulit diajak berdamai hingga berdampak pada kurang baiknya pelaksanaan atas apa yang sebelumnya telah direncanakan.

Sementara itu, kepercayaan diri yang baik dan tenang di pihak kaum Muslimin telah mengalahkan kekerasan yang digencarkan oleh kaum Quraisy.

Hujan yang turun memiliki kemanfaatan dalam berbagai sebab:

Pertama, diperlukannya air yang  baik untuk minum maupun untuk bebersih.

Kedua, pasukan Muslim, tanpa perbekalan, perlengkapan atau hiburan, sudah merasa haus dan kehausan, memperparah keletihan mereka. 

Ketiga, pasir berisifat rapuh dan hujan memadatkan pasir serta membuat mereka mampu “menapakkan kaki dengan tegap.”

Baca Juga: Mukjizat dalam Al-Qur’an (2): . . . . . . Terungkapnya Persekongkolan Kaum Quraisy untuk Membunuh Nabi Saw

Di samping itu, hujan berhasil menyegarkan semangat mereka serta menghilangkan keraguan tersembunyi dalam pikiran mereka (bisikan setan): bahwa kemenangan adalah hal ihwal yang mustahil dalam kondisi seperti itu.

Al-Qur’an menyebutkan,

إِذۡ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنۡهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيۡكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذۡهِبَ عَنكُمۡ رِجۡزَ ٱلشَّيۡطَٰنِ وَلِيَرۡبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمۡ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلۡأَقۡدَامَ

Artinya: “[Ingatlah] ketika Allah menjadikan kalian mengantuk sebagai suatu penenteraman dari-Nya dan Dia menurunkan kepada kalian hujan dari langit untuk menyucikan kalian dengan hujan itu, untuk menghilangkan dari kalian gangguan setan, untuk menguatkan hati kalian, serta unutk meneguhkan kaki [kalian],” (QS. Al-Anfal [8] 11). 

*Sumber Referensi: Kumpulan Hadis Sahih 300 Mukjizat Nabi Muhammad Saw.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Rutinitas dan Kebermaknaan di Titimangsa Pandemi

Next Article

Empat Pelajaran dari Pandemi Covid-19 menurut KH. Said Aqil Siradj

Related Posts