Respons Minimnya Pendampingan, FORMARE Dampingi dan Bongkar Tips & Trik Raih Beasiswa BIB-LPDP dari S1 hingga S3

Respons Minimnya Pendampingan, FORMARE Dampingi dan Bongkar Tips & Trik Raih Beasiswa BIB-LPDP dari S1 hingga S3

28 April 2026
14 dilihat
3 menits, 35 detik

Banyak pelajar dan mahasiswa saat ini memiliki semangat besar untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa, namun sering kali terhambat pada langkah paling awal, yaitu minimnya akses terhadap informasi. Tidak sedikit yang masih merasa bingung harus memulai dari mana, bagaimana proses pendaftaran dilakukan, dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan, hingga strategi yang tepat agar dapat lolos seleksi. Keresahan ini menjadi persoalan nyata yang dirasakan oleh banyak generasi muda, terutama mereka yang berasal dari daerah atau lingkungan dengan akses informasi yang masih terbatas. Situasi inilah yang kemudian melatarbelakangi diselenggarakannya webinar nasional bertajuk “Sharing Session Rahasia Meraih Beasiswa BIB LPDP dari S1 hingga S3” oleh Forum Mahasiswa Rempung Kabupaten Lombok Timur.

Pada Kamis, 23 April 2026, Forum Mahasiswa Rempung atau FORMARE yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur secara resmi menggelar webinar nasional tersebut melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan mahasiswa dan pelajar akan informasi beasiswa yang semakin penting di tengah tingginya semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Webinar ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus wadah belajar bersama, khususnya mengenai Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca juga : Pembukaan #NyantriKilat: Menemukan Cukup di Tengah Godaan Lebih

Meskipun FORMARE merupakan forum mahasiswa yang berbasis desa di Kabupaten Lombok Timur, kegiatan ini berhasil menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Makassar, hingga wilayah Nusa Tenggara. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 120 orang dengan latar belakang yang beragam, mulai dari alumni SMA dan MA, santri pondok pesantren, lulusan S1, hingga lulusan S2. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi beasiswa tidak mengenal batas wilayah maupun jenjang pendidikan.

Ketua Umum FORMARE, Muhammad Arkan Fawwaz Iswar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut serta mengucapkan terima kasih atas antusiasme para peserta yang datang dari berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil yang mampu memberikan manfaat nyata bagi mereka yang sedang memperjuangkan pendidikan. Menurutnya, beasiswa bukanlah sesuatu yang hanya dapat diraih oleh kalangan tertentu, melainkan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk berusaha, mempersiapkan diri, dan berani mencoba. Ia juga menambahkan bahwa ruang kecil seperti desa pun dapat menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi besar.

Jalannya webinar dipandu oleh Ahmad Shofiyan selaku moderator, yang juga merupakan Sekretaris Jenderal FORMARE sekaligus Ketua Komisi III SEMA FDIK UIN Mataram. Dengan pembawaan yang komunikatif dan terarah, ia berhasil menjaga alur diskusi tetap hidup dan interaktif, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara formal, tetapi juga merasa terlibat aktif dalam proses dialog bersama para narasumber. Kehadiran moderator menjadi penghubung penting antara pemateri dan peserta, terutama dalam menggali persoalan-persoalan yang sering dihadapi calon pendaftar beasiswa.

Materi utama dalam webinar ini berfokus pada sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP Kementerian Agama Republik Indonesia, mulai dari alur pendaftaran beasiswa dan kampus tujuan, skema pendanaan, tahapan seleksi, hingga strategi lolos berdasarkan pengalaman langsung para awardee. Beasiswa Indonesia Bangkit sendiri merupakan program kolaborasi antara Kementerian Agama dan LPDP yang didanai melalui Dana Abadi Pendidikan. Program ini mencakup jenjang pendidikan S1, S2, hingga S3 dengan skema pendanaan penuh atau full funding. Untuk tahun 2026, pendaftaran dibuka sejak 1 April hingga 31 Mei.

Baca juga : Peringati Hari Santri, Yenny Wahid : Perempuan Santri Harus Difasilitasi Agar Lebih Berdaya

Para narasumber yang hadir merupakan awardee BIB dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk jenjang S1, hadir M. Asad Hasanudin yang merupakan Presiden Mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan Ahmad Hilman Halim selaku Presiden Mahasiswa UIN Mataram. Pada jenjang S2, hadir Balgis Bachmisd sebagai awardee BIB LPDP Universitas Gadjah Mada serta Rio Alfian sebagai awardee BIB LPDP Universitas Negeri Jakarta. Sementara pada jenjang S3, hadir Wahyu Nisawati Mafrukhah sebagai awardee BIB LPDP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan M. Faizul Huda sebagai awardee BIB LPDP UGM sekaligus mantan Ketua Senat Mahasiswa UIN Malang.

Seluruh pemateri membagikan pengalaman nyata mengenai proses seleksi beasiswa, cara membangun portofolio akademik maupun nonakademik, pentingnya kesiapan dokumen, kemampuan bahasa, hingga mentalitas yang perlu dimiliki oleh calon penerima beasiswa. Khusus bagi peserta jenjang S1, dijelaskan pula bahwa sasaran utama BIB meliputi santri, alumni pesantren, siswa madrasah, serta pelajar di bawah binaan Kementerian Agama dengan berbagai persyaratan akademik dan nonakademik yang harus dipenuhi.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai media partner dan lembaga kolaboratif seperti Tsaqafah.id, DEMA UIN Mataram, Miss Nabila Course, serta Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Jawa Timur. Dukungan tersebut semakin memperkuat tujuan webinar sebagai ruang edukasi yang dapat menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai latar belakang.

Lebih dari sekadar sosialisasi teknis, webinar ini menjadi ruang yang menumbuhkan harapan dan keyakinan baru bagi para peserta. Banyak di antara mereka yang merasa lebih percaya diri bahwa melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa bukanlah sesuatu yang mustahil, terutama ketika narasumber yang hadir berasal dari latar belakang yang dekat dengan realitas kehidupan mereka. Pada akhirnya, hal paling berharga dari kegiatan seperti ini bukan hanya informasi yang diperoleh, tetapi tumbuhnya keberanian untuk mencoba. Sebab sering kali seseorang gagal bukan karena tidak mampu, melainkan karena tidak pernah mengetahui bahwa dirinya memiliki kesempatan.

Baca juga : Tsaqafah.id Gelar Webinar Slow Writing: Tulis yang Tulus Tulus Aja

Profil Penulis
tsaqafriend
tsaqafriend
Penulis Tsaqafah.id

76 Artikel

SELENGKAPNYA