19 Tempat Spesial dalam Al-Qur’an: Panduan Bacaan Doa dan Wirid Khusus

19 Tempat Spesial dalam Al-Qur’an: Panduan Bacaan Doa dan Wirid Khusus

06 Juni 2024
68 dilihat
2 menits, 6 detik

Tsaqafah.id – Barangkali selama ini Al-Qur’an yang kita ketahui adalah Al-Qur’an yang sudah tersusun rapi yang dimulai dari Surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surat An-Nas, itu saja.

Padahal, Al-Qur’an Al-Karim yang eksis di tengah-tengah umat Islam sedari dahulu hingga kini telah menginspirasi banyak ulama di pelbagai lintasan zaman untuk melakukan kajian dari berbagai aspek.

Salah satunya ialah perihal anjuran untuk membaca doa atau wirid khusus ketika tiba pada ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an.

Misalnya, dalam Al-Qur’an Al-Quddus yang diterbitkan oleh Ma’had Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus, ketika tiba pada akhir ayat Surat at-Tin disertakan footnote berisikan anjuran membaca بَلَى وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشًّاهِدِينَ.

Baca Juga

Di dalam mushaf yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1974 M ini juga, tepatnya di Surat al-Gasyiyah ayat 24 disertakan footnote berisikan anjuran membaca رَبِّ أَعِذْنِي مِنْ عَذَابِكَ dan pada ayat 26 disertakan footnote berisikan anjuran membaca رَبِّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا.

Namun demikian, di dalam kitab Risâlatul Qurrâ wal Huffâz fî Gharâibil Qiraât wal Alfâz alâ Qirâah Masyhurah Wahiya Qirâah ‘Âshim ‘an Riwâyati Hafsh karya Abdullah ‘Umar bin Baidhawi al-Qudsi disebutkan, bahwasanya terdapat 19 tempat dalam Al-Qur’an dimana disarankan untuk membaca doa atau wirid khusus. Berikut bacaan doa dan wirid khususnya ;

  1. Pada akhir surat Al-Fatihah : sunah membaca آمِيْنْ
  2. Pada akhir surat Al-Baqarah : sunah membaca آمِيْنْ
  3. Pada akhir surat Al-Isra : sunah membaca اَللهُ أَكْبَرْ
  4. Pada akhir surat Al-Waqi’ah : sunah membaca سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ
  5. Pada akhir surat Al-Mulk  : sunah membaca بِهِ وَهُوَ رَبُّ الْعَالَمِينَ اللهُ يَأْتِينَا atau يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَمِتْنَا عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
  6. Pada akhir surat Al-Qiyamah : sunah membaca بَلَى سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
  7. Pada akhir surat Al-Mursalat : sunah membaca بِاللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَمَنَّا
  8. Pada akhir surat Al-Ghasiyah : sunah membaca رَبِّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا
  9. Pada akhir surat At-Tin : sunah membaca وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ بَلَى
  10. Pada akhir ayat وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي … juz 2 surat Al-Baqarah ayat 1 : sunah membaca doa hajat apapun
  11. Pada akhir ayat … شَهِدَ اللَّهُ juz 3 surat Ali-Imran ayat 18 : sunah membaca أَنَا أَشْهَدُ بِهِ
  12. Pada tengah-tengah waqaf رُسُلُ ٱللَّهِ ۘ ٱللَّهُ juz 8 surat Al-An’am ayat 124 : sunah membaca doa hajat apapun
  13. Pada akhir ayat اللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ juz 19 surat An-Naml ayat 59 : sunah membaca اللَّهُ خَيْرٌ وَأَبْقَى وَأَجَلُّ وَأَكْرَمُ
  14. Pada akhir ayat فَبِأَيِّ الآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ juz 27 surat Ar-Rahman : sunah membaca نِعَمِكَ رَبَّنَا نُكَذِّبُ فَلَكَ الْحَمْدُ لَا بِشَيْءٍ مِنْ
  15. Pada akhir ayat-ayat أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ ، أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ ، أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ ، أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُوْنَ juz 27 surat Al-Waqi’ah : sunah membaca يَارَبِّيْ بَلْ أَنْتَ
  16. Pada akhir ayat فَيُعَذِّبُهُ اللهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ juz 30 surat Al-Ghasiyah : sunah membaca رَبِّ أَعِذْنِي مِنْ عَذَابِكَ
  17. Pada akhir ayat سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى juz 30 surat Al-A’la: sunah membaca سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
  18. Pada akhir ayat وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا juz 30 surat As-Syam s: sunah membaca اَللّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَ زَكَّاهَا ، أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
  19. Pada setiap akhir surat mulai dari Surat Ad-Dhuha sampai An-Nas : sunah membaca takbir. Adapun sighatnya yang pendek yaitu: اللهُ أَكْبَرْ

Baca Juga Bagaimana Al-Qur’an Menanggapi Kasus Bullying dan Kesehatan Mental?

Sementara itu, sighat yang lebih utama yaitu ditambah tahlil setelah bacaan takbir, menjadi: إِلَهَ إِلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ لَا

Ada pula yang lebih utama lagi, yakni ditambah tahmid di belakangnya, menjadi : لا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Wallahu a’lam.

Referensi:

  • Baidhawi al-Qudsi, Abdullah ‘Umar bin. Tanpa Tahun. Risâlatul Qurrâ wal Huffâz fî Gharâibil Qiraât wal Alfâz alâ Qirâah Masyhurah Wahiya Qirâah ‘Âshim ‘an Riwâyati Hafsh. Semarang: Karya Toha.
  • Ma’had Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus. Tanpa Tahun. Al-Qur’an Al-Quddus. Kudus: Mubarokatan Thoyyibah.
  • Nashih, Ahmad. “Studi Mushaf Pojok Menara Kudus: Sejarah dan Karakteristik.” Cendekia: Jurnal Studi Keislaman, vol. 2, no. 2, Desember 2016, ISSN 2443-2741.
Profil Penulis
Arnawan Dwi Nugraha
Arnawan Dwi Nugraha
Penulis Tsaqafah.id
Mahasantri STKQ Al-Hikam Depok

1 Artikel

SELENGKAPNYA