Berkenalan dengan Islam dan Teologi Pembebasan Asghar Ali Engineer

Berkenalan dengan Islam dan Teologi Pembebasan Asghar Ali Engineer

14 Januari 2023
457 dilihat
3 menits, 28 detik

Tsaqafah.id – Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, muncul istilah baru dalam bidang teologi, yaitu teologi pembebasan. Apa itu teologi pembebasan? Bagaimana teologi pembebasan dalam Islam?

Pada era modern saat ini, manusia mengalami perubahan cara berpikir dan bertindak. Peradaban Barat, yang menjadi pendorong utama perkembangan era modern menekankan pentingnya rasionalitas, logika, dan pengetahuan ilmiah.

Salah satu penanda era modern adalah perubahan sikap terhadap agama. Sebagai hasil dari perkembangan rasionalitas, banyak orang mulai meragukan kebenaran agama, bahkan tidak sedikit orang-orang yang telah meninggalkan agama karena dianggap sebagai pembelenggu kebebasan.

Berbicara tentang agama, pasti tidak akan bisa dipisahkan dengan yang namanya teologi. Teologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari Tuhan dan agama. Ruang lingkup pembahasan teologi berupaya menemukan jawaban atas kebenaran, tujuan hidup manusia, dan hubungan antara manusia dan Tuhan. Teologi membantu kita memahami Tuhan secara lebih mendalam, dan memberi petunjuk untuk menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin anda juga suka

Penjelasan di atas memberi gambaran bahwa agama dan teologi secara umum berisi petunjuk hidup aturan-aturan yang disandarkan pada Tuhan. Agama Islam juga berisi hal-hal yang demikian dengan tujuan untuk memuliakan manusia, namun pada akhirnya sering disalah-artikan. Banyak orang yang menganggap bahwa agama Islam merupakan penghalang bagi kebebasan manusia, sehingga mereka lebih memilih untuk meninggalkannya atau bahkan meninggalkan Tuhan.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, muncul istilah baru dalam bidang teologi, yaitu teologi pembebasan. Apa itu teologi pembebasan? Bagaimana teologi pembebasan dalam Islam? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Teologi pembebasan pertama kali muncul di Amerika latin pada abad ke-20, sebagai respon terhadap kondisi kemiskinan dan kesengsaraan yang dialami banyak orang diwilayah tersebut. Teologi pembebasan pada dasarnya adalah sebuah pendekatan teologis yang menekankan pembebasan bagi mereka yang tertindas dan terpinggirkan dalam masyarakat. Teologi ini mencoba untuk mengaitkan prinsip-prinsip agama dengan tindakan nyata untuk menempatkan pembebasan sebagai bagian integral dari praktik keagamaan.

Mungkin anda juga suka

Ajaran dalam teologi pembebasan menyatakan bahwa Tuhan menginginkan hambanya untuk menempatkan keadilan dan kasih sayang sebagai prioritas utama dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, umat beragama diharuskan untuk mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi sosial dan berupaya lepas dari ketertindasan. Selain kebebasan secara sosial, ajaran teologi ini juga menekankan agar manusia memperoleh kebebasan atas dirinya sendiri, yaitu tidak adanya ketergantungan terhadap hal-hal yang merusak diri seperti narkotika dan sejenisnya.

Islam merupakan agama yang mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran, keadilan, kasih sayang terhadap sesama makhluk, dan menekankan pentingnya taat kepada perintah Allah. Disamping itu, Islam juga mengajarkan tentang akhlak yang baik, dan menjadi orang-orang yang berbudi luhur serta bertanggung jawab. Islam juga mengajarkan tentang kebebasan, kesetaraan, dan mewajibkan umatnya untuk menghormati orang lain. Ajaran-ajaran ini mirip dengan ajaran pokok dalam teologi pembebasan.

Dalam teologi pembebasan, salah satu objek kajiannya ialah persoalan sosial di tengah masyarakat. Struktur sosial yang ada pada pemerintahan-pemerintahan tidak jarang bersifat menindas terhadap kaum yang tidak memiliki harta maupun kekuasaan. Dalam mengubah hal ini, perlu ada tindakan serius dan bersungguh-sungguh, yang sering kali diikuti oleh pengorbanan. Oleh karena itu, perjuangan yang seperti itu tidaklah mudah, karena membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi.

Mungkin anda juga suka

Kesabaran merupakan topik yang paling sering dijumpai dalam dakwah Islam. Al-Qur’an mengatakan, “Allah mencintai orang-orang yang sabar”. Ayat ini banyak disalahartikan oleh umat Islam sendiri, sehingga terkesan melanggengkan para penindas dan tidak memberi pilihan lain bagi mereka yang tertindas selain bersabar. Padahal sebaliknya, ayat tersebut menekankan agar bersabar dalam melakukan perubahan dan memperjuangkan keadilan. Kesabaran dalam menerima penindasan tanpa berniat melawan merupakan penyebab Islam menjadi stagnan, sedangkan kesabaran dalam berjuang demi kebaikan membawa Islam kearah yang lebih baik.

Al-Qur’an memerintahkan agar umatnya berjuang melawan ketidakadilan dan tidak pasrah atau berserah diri terhadap keadaan. Perjuangan tersebut harus disertai semangat menegakkan kebaikan dan kebenaran. Hal ini adalah prinsip yang menjadi dasar dalam teologi pembebasan. Perjuangan dalam Islam sering dikaitkan dengan yang namanya jihad. Jihad merupakan upaya melakukan pembebasan terhadap segala bentuk penindasan, bukan sekedar melakukan perang seperti yang dimaknai orang banyak.

Salah satu hal yang dijunjung tinggi didalam agama Islam adalah kasih sayang. Oleh karena itu, pembebasan terdahap orang-orang yang tertindas merupakan hal yang mulia. Umat Islam diwajibkan untuk mentaati ajaran-ajaran Islam, dan harus berusaha menjadi hamba Tuhan yang taat serta bertindak adil terhadap sesama. Degan demikian, Islam merupakan agama yang memberikan manfaat bagi kehidupan umatnya di dunia dan di akhirat.

Dapat kita simpulkan bahwa ajaran-ajaran dalam agama Islam dan teologi pembebasan tidaklah jauh berbeda, terutama pada persoalan keadilan dan kebebasan. Prinsip pokok keduanya sama-sama menekankan pada hak-hak yang harus dimiliki setiap manusia. Tidak ada manusia di dunia ini yang ingin hidup dibawah tekanan dan kesengsaraan, semua manusia pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya.

Referensi: Ali Engineer, Asghar. Islam dan Teologi Pembebasan, terj. Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Profil Penulis
Maqbul Zaman Nain
Maqbul Zaman Nain
Penulis Tsaqafah.id
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

1 Artikel

SELENGKAPNYA