Tsaqafah.id Gelar Webinar Slow Writing: Tulis yang Tulus Tulus Aja

Tsaqafah.id Gelar Webinar Slow Writing: Tulis yang Tulus Tulus Aja

19 April 2026
13 dilihat
2 menits, 37 detik

Tsaqafah.id — Sabtu, 18/4 Tsaqafah kembali mengadakan webinar pelatihan kepenulisan bertajuk Slow Writing, Tulis yang Tulus Tulus Aja yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh sekitar 48 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari Sumatera, Lombok Timur, Jogja, Malang, Madiun, Kalimantan, NTB, Jawa Timur, serta berbagai daerah lainnya. Kehadiran peserta dari latar belakang wilayah yang beragam menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda dalam mengikuti pelatihan kepenulisan ini.

Webinar ini menghadirkan Ahmad Afrizal Qosim atau yang akrab disapa Cak Qasim sebagai narasumber utama. Sementara welcoming speech disampaikan oleh Pimpinan Umum Tsaqafah.id, Kak Khalimatu Nisa, dan acara dipandu oleh moderator Muhammad Genta Saputra yang merupakan mahasiswa magang MBKM di Tsaqafah.id.

Baca juga : Ketika Menulis Menjadi Pilihan untuk Membela Kebenaran

Sejak awal kegiatan, suasana webinar berlangsung hangat dan interaktif. Moderator mengajak peserta untuk menyalakan kamera, menggunakan virtual background yang telah dibagikan, serta memperkenalkan daerah asal masing masing. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi karena mereka datang dari berbagai wilayah dengan semangat yang sama untuk belajar menulis.

Dalam welcoming speech, Kak Khalimatu Nisa menjelaskan bahwa Tsaqafah.id merupakan kanal literasi dengan tagline Suara Muslim Muda yang lahir sejak tahun 2020. Tsaqafah.id hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan keresahan, pemikiran, dan refleksi melalui tulisan, sekaligus menjadi wadah pengembangan kapasitas melalui berbagai program literasi. Platform ini juga memiliki beragam rubrik, seperti Kolom, Kajian, Ulasan, Budaya, Perempuan, hingga Tsaqafriend, sebagai ruang ekspresi dan literasi bagi generasi muda.

Sebelum sesi materi dimulai, peserta diajak menonton film pendek produksi Tsaqafah.id yang mengangkat tema keberagaman dan toleransi. Film tersebut menyampaikan pesan bahwa perbedaan bukanlah pilihan, namun setiap orang memiliki kesempatan untuk menciptakan ruang yang lebih adil bagi semua.

Baca juga : Salat Gitu-Gitu Aja? Coba Ditulis!

Pada sesi inti, Cak Qasim membawakan materi tentang slow writing, yaitu cara menulis yang berangkat dari kejujuran dan pengalaman pribadi. Menurutnya, menulis bukan hanya soal menghasilkan karya untuk dipublikasikan, tetapi juga proses menata pikiran dan memahami diri sendiri.

Beliau menjelaskan bahwa langkah sederhana untuk memulai menulis adalah dengan journaling atau menulis jurnal harian. Kebiasaan ini membantu seseorang mencatat gagasan, menata pikiran, dan memahami hal hal yang paling kuat dalam dirinya. Ia juga menekankan bahwa menulis adalah proses panjang yang membutuhkan write and rewrite, yaitu menulis lalu menulis ulang hingga tulisan menjadi lebih jernih dan kuat.

“Lebih baik menulis kalimat jelek tapi jujur daripada mencomot kalimat orang lain,” ujar Cak Qasim.

Menurutnya, tulisan yang baik memiliki empat unsur penting yaitu kebaruan, emosi, narasi, dan sudut pandang. Di era AI saat ini, kejujuran pengalaman manusia tetap menjadi kekuatan utama yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Baca juga : Etika Kemanusiaan dan Ruang Aman: Menakar Ulang Relasi Gender dalam Kasus Pelecehan FH UI

Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Peserta bertanya tentang cara memulai menulis, alasan tulisan ditolak redaksi, hingga penggunaan AI dalam dunia kepenulisan. Cak Qasim menjawab bahwa penulis harus berani memulai dari mind map dan outline, memahami kebutuhan media, serta tetap menjaga orisinalitas tulisan.

Kegiatan ini juga didukung oleh media partner kolaborasi yaitu FORMARE atau Forum Mahasiswa Rempung, HMPS Ilmu Hadis UIN Surabaya, dan Ikatan Mahasiswa Minang Surabaya yang turut membantu menyukseskan acara.

Di akhir acara, moderator menyampaikan bahwa menulis pada dasarnya adalah keberanian untuk jujur pada diri sendiri. Tsaqafah.id juga mengumumkan program lanjutan berupa Tsaqafah Intensive Writing Club yang akan dilaksanakan pada bulan Mei sebagai ruang pendampingan intensif menulis esai bersama redaksi Tsaqafah.id.

Webinar ini menjadi pengingat bahwa menulis bukan hanya soal kemampuan merangkai kata, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan gagasan dengan tulus. Seperti pesan penutup dari narasumber, menulislah dan jangan takut dengan kalimatmu sendiri.

Baca juga : Manusia yang Beriman di Era AI

Profil Penulis
tsaqafriend
tsaqafriend
Penulis Tsaqafah.id

75 Artikel

SELENGKAPNYA