Empat Pelajaran dari Pandemi Covid-19 menurut KH. Said Aqil Siradj

Tsaqafah.id – Beberapa pekan ke belakang, angka kasus dan kematian akibat Covid-19 terus meningkat. Sejumlah fasilitas kesehatan kolaps, dan ratusan tenaga kesehatan gugur saat bertugas. Tidak ada yang bisa memastikan kapan musibah yang telah berlangsung lebih dari satu tahun ini akan usai.

Para ulama menyerukan umat muslim untuk mengikuti anjuran para ahli kesehatan dalam rangka hifdzun nafs, atau menjaga jiwa. Selain itu, para ulama juga mengajak umat Islam untuk merenungkan pelajaran-pelajaran di balik pandemi Covid-19 ini. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj merinci empat pelajaran yang bisa diambil dari pandemi ini.

Pelajaran pertama, “‘Audatul insaani ilal fithrati wad diin.” Pandemi mendorong seluruh umat manusia untuk kembali ke fitrah. Pandemi menunjukkan betapa manusia adalah makhluk yang sangat dlaif, terbatas. Nyatanya, diberikan ujian berupa pandemi ini, banyak manusia yang kalang kabut dan berjuang mencari keselamatan.

Musibah ini menggugah manusia agar mempertebal iman kepada Allah SWT. Agar sebelum sampai kepada ajal, manusia sudah sadar, sudah berbenah, dan sudah kembali ke jalan yang benar.

KH. Said Aqil Siradj mengingatkan agar jangan sampai kita seperti Fir’aun. Fir’aun menentang Nabi Musa, mengaku Tuhan bahkan memerangi Nabi Musa dengan Bani Israil hingga menyeberang Laut Merah. Setelah terancam oleh ombak dan tenggelam baru ia menyatakan iman kepada Allah SWT, namun hal itu sudah terlambat. Akhirnya ia mati dalam keadaan ingkar,

Pelajaran kedua, “Shadaqatul insaan ma’al biah.”  Manusia diingatkan lagi akan kewajibannya memelihara lingkungan, kebersihan, dan kesehatan. Masa pandemi ini menunjukkan ajaran Rasulullah SAW bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman terbukti benar. Di tengah musibah Covid-19 ini salah satu cara menangkal virus corona adalah dengan menjaga kebersihan.

Jauh sebelum wabah Covid-19 menyerang, . . . . . . Rasulullah SAW telah menekankan urgensi kebersihan. Rasulullah SAW menyunahkan mandi, minimal jika hendak melaksanakan shalat Jumat di masjid dan mengenakan pakaian yang bersih. Islam juga mensyariatkan umatnya mengambil air wudhu sebelum melakukan shalat minimal lima kali sehari semalam. Itu adalah pelajaran yang sangat berharga bahwa umat Islam harus bersih.

Baca juga: Tips Mencuci Pakaian secara Syar’i

Pelajaran ketiga, “Fardlus tsaqafah as shihhiyyah wa taghayarat ‘adatis sayyiah.” Adanya Covid-19 ini bisa mengubah cara hidup manusia. Manusia yang tadinya sembrono dan tidak menjaga kebersihan atau kesehatan, menjadi harus selalu hati-hati. Ini tercermin dari anjuran 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas serta interaksi.

Walhasil, hal itu merupakan pelajaran agar manusia mengubah tata cara hidupnya. Bahwa ternyata manusia harus disiplin, harus bersih, dan harus teratur dalam menjalani hidup ini.

Pelajaran yang keempat, “‘Audatul insan ilaa ukhuwwah,”. Dengan adanya wabah ini manusia didorong memperkuat persaudaraan. Ternyata manusia perlu persatuan dalam menyikapi Covid-19 ini. Tidak hanya umat Islam, yang muslim dan yang non muslim harus bersatu. Tidak hanya Indonesia, tetapi ASEAN, Asia, Eropa, Australia, Afrika, harus bersatu dalam melawan Covid-19 ini. Di sinilah gunanya manusia mempunyai prinsip ukhuwah insaniyah. Ternyata, pandemi Covid-19 bisa menjadikan manusia solid dan bersatu.

KH. Said Aqil Siradj mengatakan, jika kita mau mengambil pelajaran yang sangat baik ini, ke depan kita bisa membangun dunia tanpa peperangan, dunia tanpa senjata perusak masal, dunia tanpa senjata biologi, senjata nuklir, senjata atom, senjata yang merusak atau menghancurkan. Sebaliknya, ukhuwwah insaniyyah semakin dipererat.

Disarikan dari khutbah KH. Said Aqil Siradj di sini.

Baca juga: Rutinitas dan Kebermaknaan di Titimangsa Pandemi

Total
0
Shares
Previous Article

Mukjizat dalam Al-Qur'an (3): Turunnya Hujan Sebelum Perang Badar

Next Article

Gus Baha: Tanpa Tiga Hal Ini, Ilmu Sebanyak Apapun Tidak Akan Bermanfaat

Related Posts