Habib Umar Muthohar Bocorkan Tiga Amal yang Tidak Putus Pahalanya

Habib Umar Muthohar Bocorkan Tiga Amal yang Tidak Putus Pahalanya

18 Maret 2021
68 dilihat
1 menit, 26 detik

Sudah tidak asing bukan mendengar lafadz hadist di bawah ini? Meskipun demikian, masih banyak pro dan kontra mengenai isi dari hadist ini. Apa benar amal seorang bisa tidak terputus ketika ia meninggal?

Berikut penjelasan dari Habib Umar Muthohar mengenai amal apa saja yang tidak terputus pahalanya meskipun pemilik amal sudah meninggal.

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 “Jika seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyahilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh.” (HR. Muslim).

Apabila anak cucu adam meninggal, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara. Amal apa yang dimaksud? Amal yang dimaksud adalah amal dari hasil karyanya, seperti amal jariyah, anak saleh, dan ilmu yang bermanfaat.

Penjelasan masing-masing sebagai berikut:

Pertama,  seorang mengeluarkan biaya untuk sekolah anaknya dan menjenguk anak sakit di pondok adalah bentuk amal. Hal-hal tersebut merupakan sebuah ikhtiyar agar anak menjadi saleh. Ketika ia jadi saleh dan berdoa untuk orang tuanya , maka itu yang disebut sebagai hasil dari ikhtiyar atau amal tadi.

Baca juga: Keutamaan Buruh Menurut Gus Baha

Kedua, ketika seorang memiliki ilmu yang bermanfaat dan ada orang yang mengambil manfaat dari ilmu tersebut walaupun orang pemilik ilmu sudah wafat adalah bentuk buah dari amal seseorang. Kemanfaatan yang dirasakan oleh orang lain adalah buah dari karya pemiliki ilmu.

Ketiga, ketika seorang memiliki harta yang cukup maka ia sumbangkan harta tersebut untuk pembangunan masjid atau disebut sedekah jariyah.

Lantas orang tersebut sudah meninggal otomatis ia sudah tidak bisa menambah amalnya seperti sholat, puasa, atau zakat. Tetapi ia tetap mendapatkan pahala dari tiga amal yang merupakan hasil karyanya semasa hidup di dunia.

Habib Umar Muthohar menjelaskan bahwa lafadz inqoto’a tidak bermakna putus secara total. Hal ini menjawab pandangan orang mengenai bagaimana bisa doa untuk orang mati tidak terputus?

Amal yang tidak terputus dalam penjelasan hadist di atas adalah hasil dari amalnya sendiri. Sementara apabila ia mendapatkan do’a dari orang lain merupakan hal yang tidak masalah dan tetap sampai kepada mayit.

Baca juga: Kisah Mbah Hamid dan Pemuda yang Menjaga Air dalam Gelas

Profil Penulis
hafidhoh
hafidhoh
Penulis Tsaqafah.id

14 Artikel

SELENGKAPKNYA