Skip to content
Kajian
Beranda/Kajian/Pengajian Gus Baha: Kisah Lucu Barkh, Wali Unik di Zaman Manusia

Pengajian Gus Baha: Kisah Lucu Barkh, Wali Unik di Zaman Manusia

1063 Kali Dibaca
Bagikan:
Pengajian Gus Baha: Kisah Lucu Barkh, Wali Unik di Zaman Manusia

Ringkasan Pengajian Gus Baha: Kisah Lucu Barkh, Wali Unik di Zaman Manusia

Artikel ini mengulas kisah Barkh, seorang wali Allah yang unik sebagaimana diceritakan oleh Gus Baha. Melalui dialog antara Nabi Musa dan Tuhan, kita diajak memahami bahwa kedekatan seseorang dengan Tuhan tidak selalu tampak dari rupa atau status sosial, melainkan dari ketulusan hati dan rahasia ilahiah yang tersembunyi di balik sosok sederhana.

Tsaqafah.id – Jadi orang dekat dengan Tuhan itu unik. Seperti Barkh yang sudah pernah saya ceritakan saat Nabi Musa kesulitan air.

Ketika istisqa’ tidak ‘mandi’. Ketika demikian, Nabi Musa bertanya kepada Tuhan, “Gusti kulo pun istisqa’ kok mboten mandi (Tuhan, saya sudah istisqa’ tapi kok tidak manjur).”

Jawab Tuhan, “Di antara jama’ahmu ada tukang provokator, makanya tidak manjur, tidak turun hujan.”

Kata Nabi Musa, “Gampang Gusti. Tunjukkan siapa dia, akan saya keluarkan supaya doanya manjur.”

Tuhan membalas, “Saya ini yang mengharamkan adu domba, jika saya tunjukkan maka aku ini pengadu domba.” Tuhan ini juga bercanda dengan kekasihnya. Oleh karena itu ada ulama yang suka guyon.

Tuhan berkata kepada Nabi Musa, “Sudah begini saja tidak usah dicari. Sekarang carikan hamba-Ku. Aku mencintai dia. Dia bernama Barkh. Barkh adalah abdun aswad serta keriting rambutnya..”

Nabi Musa pergi mencari hamba yang dimaksud Tuhan tadi. Ketika dalam perjalanan mencari, Nabi Musa bertemu.

Baca Juga: Pengajian Gus Baha: Bertemu Pemuda Ahli Zina yang Hendak Masuk Islam, Bagaimana Reaksi Nabi?

Ditanyalah orang itu meskipun tidak kenal, “Apakah Anda Barkh?”

“Engkau Musa?” tanya orang tersebut.

“Ya.” Jawab Nabi Musa.

“Bagaimana Anda tahu?” Tanya orang tersebut.

“Aku ini nabi. Tidak kenal pun tetap bisa mengenalimu. Lah Anda kok mengenaliku?.”

“Saya ini wali, ya tahu.”

Ternyata sama-sama tidak kenalnya. Tidak seperti kamu, yang harus kenalan dulu, karena bukan wali. Kalau tidak kenal ya tidak kenal. Sementara wali, hanya sama-sama wali yang saling mengetahui.

“Aku diutus Tuhan, kamu disuruh berdo’a agar turun hujan!”

Baca Juga: Mukjizat dalam Al-Qur’an (2): Terungkapnya Persekongkolan Kaum Quraisy untuk Membunuh Nabi Saw

Barkh berdoa, tapi jangan ditiru, dosa besar. begini doanya.

Gusti nopo jenengan khawatir stok udan entek, nopo angin pun mboten nurut jenengan, sehingga mboten nerbangaken awan? Nopo jenengan khawatir jenengan kentekan banyu dan rahmat, hingga udan mawon jenengan tahan? Nah soal maksiat, niku maksiate mereka, mboten ganggu kerajaane jenengan. Mereka niku mboten penting. Maksiate mereka  tidak mengganggu Engkau tetap Tuhan. Mereka tidak penting kenapa dipertimbangkan? Sudah turun hujan saja (Tuhan, apa Tuhan khawatir persedian hujan habis? Apa angin pun tidak menurut sehingga tidak menerbangkan awan? Nah soal maksiat, itu maksiat mereka. Tidak mengganggu pekerjaan Tuhan. Mereka itu tidak penting kenapa dipertimbangkan? Sudah turun hujan saja).“

Nabi Musa hampir menjotos (mukul) orang tersebut, karena tidak sopan terhadap Tuhan. Tetapi Allah berkata, “Sa, wong iku ojok dipukul. Aku lek seng dungo Barkh isok ngguyu, sebab dungone kacau (Aku kalau yang berdo’a Barkh bisa tertawa sebab do’nya kacau).”

Maqamku sudah seperti itu, maka saya disuruh berdoa mesti tidak manjur. Adanya maqam seperti itu, tidak bisa ditiru. Harus jadi wali dulu. Nanti bisa caaranya meniru, jangan bukan wali langsung meniru. Itu keliru.

Pertanyaan Seputar Topik Ini

Siapakah sosok Barkh dalam kisah Gus Baha?
Barkh adalah seorang hamba Allah yang dicintai Tuhan, digambarkan sebagai sosok berkulit hitam dan berambut keriting, yang memiliki kedudukan sebagai wali.
Apa pesan moral dari kisah Nabi Musa dan Barkh?
Kisah ini mengajarkan bahwa wali Allah bisa hadir dalam sosok yang tidak terduga dan bahwa Tuhan memiliki cara tersendiri dalam merahasiakan kekasih-kekasih-Nya.

Dukung Kanal Suara Muslim Muda

Suka dengan konten kami? Dukung terus Tsaqafah.id untuk memproduksi konten literasi Muslim yang mencerahkan.

Mulai Berdonasi
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *