Pengalaman Ngaji Ramadan Bareng 20 Ulama Perempuan Nusantara

Tsaqafah.id – Ramadhan merupakan bulan yang mulia bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia ini. Biasanya bulan yang berkah ini, diisi dengan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat dan tentunya menambah pahala puasa. Bulan yang biasanya di mayoritas pondok pesantren banyak diisi dengan pembacaan kitab-kitab dari yang tergolong kitab dasar sampai kitab yang tergolong sudah level tinggi. Namun Ramadhan kali ini sangatlah berbeda, di suasana pandemi COVID-19 yang masih belum usai, banyak kajian keagamaan atau pengajian yang dilakukan  secara daring atau online baik lewat Youtube, Facebook, Zoom, maupun Google Meet.

Salah satunya “Kajian Intensif 20 Hari bersama 20 Ulama Perempuan Nusantara”. Kegiatan ini diprakarsai oleh mubadalah.id, KUPI, We Lead, Fahmina-Institute, Swara Rahima dan sejumlah komunitas lain. Kegiatan pangajian Ramadhan ini mengkaji kitab manba’ussa’adah yang ditulis oleh KH. Faqih Abdul Qadir, founder mubadalah.id.  

Di dalam kitab ini KH. Faqih Abdul Qadir selaku penulis kitab ingin menuangkan gagasannya, bahwa sebuah hubungan harus didasari pada kebutuhan yang saling menguntungkan, pengalaman yang sudah ada, dan juga relasi yang mubadalah. Jika ada sesuatu yang terjadi di selesaikan dengan jalan musyawarah. 

Tak hanya itu, kitab ini harapanya bisa memberikan kebahagiaan dan kebaikan bagi yang mengkajinya, terutama hal yang menyangkut hubungan antara laki-laki dan perempuan serta keluarga. KH.  Faqih Abdul Qadir berucap, “Kebahagiaan itu merupakan bagian dari ibadah”. Oleh karena itu kitab tersebut diberi nama “Mambaussa’adah” atau Telaga Kebahagiaan.

Nyai Badriyah Fayumi dalam sambutanya mengatakan bahwa kegiatan pangajian ramadhan intens ini merujuk pada dua hal. Pertama, merujuk pada rihlah ilmiah yang telah dicontohkan oleh para ulama-ulama terdahulu yang sangat Istiqomah dalam menjalani pengembaraan mencari ilmu. Seperti Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Hanbali, Imam Bukhori, . . . . . . dan imam-imam lain yang tidak kalah hebatnya dari beliau-beliau yang disebutkan. Para imam tersebut rela meluangkan waktunya, rela menempuh jarak ribuan kilometer demi mendapatkan sebuah ilmu yang bermanfaat dari seorang guru yang sangat alim dan mumpuni di bidangnya.

Baca juga: Pengajian Gus Baha: Tingginya Derajat Mencari Ilmu

Kedua, kajian ini merujuk pada tradisi Islam Nusantara yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Sejak dulu, ketika sudah masuk bulan Ramadan, banyak kajian-kajian keagamaan yang dilakukan di langgar-langgar, mushola-mushola, surau-surau, pesantren-pesantren, yang  terkenal dengan sebutan ngaji pasaran. Ngaji pasaran merupakan pengajian di mana santri bebas memilih kitab apa yang ingin dibaca dan dikhatamkan selama bulan Ramadan berlangsung.  

Selain ngaji pasaran, ada juga ngaji pasanan. Pengajian ini dilakukan oleh seorang kiai atau nyai yang mengkaji satu kitab khusus yang dibaca dan dikhatamkan pada bulan Ramadan. Dari situ, kita bisa mengambil barokah dari pengarang kitab yang dibaca tersebut,  bisa mengambil barokah dari bulan Ramadhan serta mengambil ilmu dari yang membacakan kitab, dan tetunya menambah wawasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah agama.

Terakhir, Kajian Ramadhan Kelas Intens 20 Hari Bersama 20 Ulama Perempuan Nusantara ini sangat menarik bagi saya pribadi. Selain menumbuhkan semangat diri-sendiri untuk senantiasa mencari ilmu, kajian ini juga bisa menunjukkan bahwa para perempuan-perempuan nusantara memiliki tingkat keilmuan yang tidak kalah hebatnya dari para laki-laki. Baik dalam ilmu agama maupun ilmu yang lain. Oleh karenanya, semoga kajian ini bisa berjalan sampai akhir, banyak ilmu yang diberikan oleh para narasumber, dan tentunya semoga kajian seperti ini tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, akan tetapi bisa dilakukan rutin setiap bulannya.

Baca juga: Sikap Wajar atas Menstruasi yang Diajarkan Rasulullah SAW

Total
0
Shares
Previous Article

Jomblo Ideologis: Dua Puluh Ulama yang Memilih Melajang Demi Ilmu

Next Article

Santri, Literasi, dan Spirit Iqra Nabi

Related Posts