Skip to content
Budaya
Beranda/Budaya/Sepilihan Puisi Bahrul Ilmi: Cinta, Senja dan Rindu

Sepilihan Puisi Bahrul Ilmi: Cinta, Senja dan Rindu

714 Kali Dibaca
Bagikan:
Sepilihan Puisi Bahrul Ilmi: Cinta, Senja dan Rindu

Ringkasan Sepilihan Puisi Bahrul Ilmi: Cinta, Senja dan Rindu

Artikel ini mengulas kumpulan puisi karya Bahrul Ilmi yang mengeksplorasi hakikat cinta melampaui sekadar kata-kata. Penulis memandang cinta sebagai rahasia spiritual antara hamba dan Tuhan, sekaligus ekspresi kerinduan yang mendalam. Melalui diksi senja dan tatapan mata, puisi ini mengajak pembaca merenungkan kembali kedalaman perasaan dan keindahan yang tersimpan dalam setiap denyut nadi.

Apa itu cinta ?

Cinta bukanlah sekedar ucapan

Serta cinta bukanlah sekedar tulisan

Bukan pula mengumumkan kepada semua orang tentang kekasihmu

Cinta adalah Rahasia antara kamu dengan Tuhanmu

Cinta itu Pertanyaan, Perhatian Rasa Khawatir dan Perasaan yang Indah

Cinta itu muncul bila sering bertemu dan saling bersapa…

Cinta itu Abadi selamanya

***

Ketika mentari telah mulai tenggelam

Aku pun melihat seyummu yang berada di sampingku

Aku pun tak mampu berkedip sedikitpun ketika menatap matamu

Sebab, bagiku matamu sangat sempurna

Dan hari itu

Aku telah merasakan lirih denyut nadimu

Bahkan detakan keras akan jantungmu

Sungguh harum nafasmu

Dan aku pun jadikan pelabuhan indah dalam alam mimpi

Segala jiwa ini, hidup ini, dan hati ini

***

Baca Juga: Sepilihan Puisi Fas Rori: Duka Kopi

Ketika mentari telah mulai tenggelam

Aku pun melihat seyummu yang berada di sampingku

Aku pun tak mampu berkedip sedikitpun ketika menatap matamu

Sebab, bagiku matamu sangat sempurna

Dan hari itu

Aku telah merasakan lirih denyut nadimu

Bahkan detakan keras akan jantungmu

Sungguh harum nafasmu

Dan aku pun jadikan pelabuhan indah dalam alam mimpi

Segala jiwa ini, hidup ini, dan hati ini

***

Apa itu cinta ?

Cinta bukanlah sekedar ucapan

Serta cinta bukanlah sekedar tulisan

Bukan pula mengumumkan kepada semua orang tentang kekasihmu

Cinta adalah Rahasia antara kamu dengan Tuhanmu

Cinta itu Pertanyaan, Perhatian Rasa Khawatir dan Perasaan yang Indah

Cinta itu muncul bila sering bertemu dan saling bersapa…

Cinta itu Abadi selamanya

Ketika mentari telah mulai tenggelam

Aku pun melihat senyummu yang berada di sampingku

Aku pun tak mampu berkedip sedikitpun ketika menatap matamu

Sebab, bagiku matamu sangat sempurna

Dan hari itu

Aku telah merasakan lirih denyut nadimu

Bahkan detakan keras akan jantungmu

Sungguh harum nafasmu

Dan aku pun jadikan pelabuhan indah dalam alam mimpi

Segala jiwa ini, hidup ini, dan hati ini

***

Baca Juga: Sepilihan Puisi Chusnul C: Waktu dan Aku

Aku, hanyalah sebagai penikmat rindumu saja

Dan hanya anginnya yang membawa padaku

Menyebar bagaikan seluruh saraf di kepalaku

Yang memaki sanubari tentangmu

Pada awan yang selalu berdampingan dengan langit

Pada angin yang selalu bertiup setiap saat

Melalui rasa amat dingin yang telah tercipta

Sampaikanlah rasa ini untuknya

Mungkin langit yang terlalu membisu

Untuk mengungkapkan segala rasa tentang dirimu

Senyummu pun meracuni sebagian jiwaku

Sampai hatiku, serta benakku selalu

***

Rindu, hanya bagaikan pena serta secarik kertas

Lalu ku mengambil pena, kemudian mulai mengayunkan

menarilah dengan puas, ia pada secarik kertas yang polos

dengan menirukan gerakkan tangan, serta merangkai huruf nan merangkai kata

Dalam redup hanya sekilas saja kutangkap bayangan wajah indahmu

Namun, bayang wajahmu yang tak mampu kusentuh sedikitpun kala ini

Sebab jarak antara kita memisahkan begitu jauhnya

Dan dari jarak inilah rindu pun hadir

Rindu yang entah kapan dapat terobati

Pertanyaan Seputar Topik Ini

Apa tema utama dalam puisi Bahrul Ilmi?
Tema utama yang diangkat adalah hakikat cinta yang bersifat spiritual, rahasia, serta ekspresi rindu yang mendalam.
Bagaimana Bahrul Ilmi mendefinisikan cinta?
Ia mendefinisikan cinta bukan sebagai ucapan atau tulisan semata, melainkan rahasia antara seseorang dengan Tuhannya.

Dukung Kanal Suara Muslim Muda

Suka dengan konten kami? Dukung terus Tsaqafah.id untuk memproduksi konten literasi Muslim yang mencerahkan.

Mulai Berdonasi
Bagikan Artikel Ini
Bahrul Ilmi

Ditulis oleh: Bahrul Ilmi

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2021, Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2017, Santri Rumah Tahfidz Zulfa Qurrota A'yun Kotagede Yogyakarta

Lihat Semua Tulisan

1 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *