Gus Dur Perintis Kebijakan Gender di Indonesia

Gus Dur Perintis Kebijakan Gender di Indonesia

18 Mei 2023
493 dilihat
1 menit, 43 detik

Tsaqafah.id – Penulis buku Gender Gus Dur Ashilly Achidtsi mengatakan bahwa Inpres No.9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender menjadi landasan dari kebijakan gender di Indonesia sampai hari ini.

“Nyata memang, Inpres Pengarusutamaan Gender menjadi landasan hukum dari UU yang datang belakangan, misalkan UU P-KDRT, UU Pemilu, dan lain sebagainya,” kata Hilly dalam Tsaqatalk Bahas Buku Gender Gus Dur, Rabu (17/5/2023).

Menurut Hilly meski telah menjadi landasan hukum dari kebijakan gender di Indonesia, Inpres tersebut faktanya belum terimplementasi dengan baik sampai saat ini.

Baca Juga

Peneliti Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fisipol UGM itu menyayangkan perihal Inpres yang masih diabaikan bahkan stagnan dan belum dikembangkan lagi menjadi Undang-Undang.

”Inpres itu sifatnya himbauan jadi tidak ada sanksi hukumnya. Sehingga, menurutku, saat ini belum naik level perundangan dari Inpres ke Undang-Undang, dari tahun 2000-2023 ini merupakan ciri stagnasi terkait dengan kebijakan kesetaraan gender di Indonesia,” terang alumni Magister Manajemen dan Kebijakan Publik UGM Yogyakarta tersebut.

Padahal, lanjut dia, cita-cita Gus Dur terhadap pengarusutamaan gender sudah bulat dalam segi upaya pemberdayaan dan peran perempuan di ruang publik modern.

Baca Juga Fenomena Gunung Es Angka Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia

“Inpres itu kewenangan Presiden, Gus Dur menginginkan adanya Inpres Pengarusutamaan Gender itu adalah upaya supaya perempuan dilibatkan dalam isu kebijakan pembangunan mulai dari penyusunan kebijakan, disahkan, diimplementasikan, dimonitoring dan dievaluasi,” terang Hilly.

Selain itu, dalam Tsaqatalk ini, Hilly juga menjelaskan proses kreatifnya yang cukup panjang dalam menyelesaikan buku yang diambilnya dari penelitian tesis di UGM Yogyakarta.

“Buku ini saya ambil dari penelitian tesis saya di Magister Analisis dan Kebijakan Publik. Saya sempat kesulitan dalam usaha menari informasi awal, yaitu mendapatkan bahan pustaka yang mengkaji tentang Gus Dur yang dikaitkan dengan isu gender itu sangat sedikit,” ujarnya.

Baca Juga

“Buku ‘Gus Dur di Mata Perempuan’ menjadi salah satu buku yang menjadi pembuka untuk memetakan, dimana saya bisa menemukan tokoh yang bisa menjadi sumber saya dalam memahami isu gender Gus Dur selama menjabat sebagai Presiden,” jelas founder @Wellsharing itu.

Hilly juga berharap buku Gender Gus Dur bisa menjadi kajian menarik di kemudian hari dan bisa membantu memperkaya khazanah tentang Gus Dur.

“Saya berharap buku ini bisa menjadi salah satu yang bisa memperkaya khazanah Gus Dur yang membahas tentang isu gender,” tandas Hilly menandaskan.

Profil Penulis
tsaqafriend
tsaqafriend
Penulis Tsaqafah.id

74 Artikel

SELENGKAPNYA