Skip to content
Kisah
Beranda/Kisah/Ahli Surga Tidak Memandang Wajah

Ahli Surga Tidak Memandang Wajah

902 Kali Dibaca
Bagikan:
Ahli Surga Tidak Memandang Wajah

Ringkasan Ahli Surga Tidak Memandang Wajah

Artikel ini mengulas kisah inspiratif dari kitab An-Nawaadir karya Imam Al-Qulyubi tentang seorang wanita yang bersyukur memiliki suami buruk rupa. Melalui dialog dengan ulama Al-'Utbi, pembaca diajak merenungi bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada fisik, melainkan pada kemampuan untuk bersabar dan bersyukur atas segala ketetapan Tuhan dalam hidup.

Tsaqafah.id – Semua akan indah pada waktunya. Anda percaya itu?

Tapi apakah benar ‘semua akan indah pada waktunya’, tergantung kepercayaan dan pengamalan anda. Takdir Tuhan jelas baik. Kita saja yang sering tidak terima.

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Mungkin kau membenci suatu hal padahal itu lebih baik untukmu. Mungkin juga kau menyukai suatu hal padahal itu buruk untukmu.

Ada ulama bernama Al-‘Utbi yang melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bercanda dengan seorang laki-laki yang terlihat sudah tua dan buruk rupa ketika sedang jalan-jalan di jalan raya Kota Bashrah. Ketika laki-laki itu berbicara, si wanita tampak tertawa.

Sang ulama kemudian mendekati wanita itu. “Siapa lelaki itu?” Tanyanya.

“Dia suamiku,” jawab wanita itu.

Merasa heran, sang ulama menanyainya lagi, “kamu cantik, bagaimana bisa kamu sabar hidup dengan orang jelek?”

“Bisa jadi ia diberi rezeki wanita sepertiku kemudian ia bersyukur. Sedangkan aku diberi rezeki lelaki seperti dia kemudian aku bersabar. Orang yang bersyukur dan orang yang bersabar termasuk ahli surga. Apa aku tidak rela dengan apa yang Tuhan berikan kepadaku?”

Mendengar jawaban wanita itu sang ulama sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia meneruskan langkah dan pergi meninggalkannya.*

Selalu ada sisi baik dan positif pada hal-hal yang Tuhan tetapkan. Tergantung kita mau memandangnya dari mana. Jika pikiran selalu negatif, mana mungkin kita bisa mendapatkan hikmahnya.

*dinukil dari kitab An-Nawaadir kraya Imam Al-Qulyuubi

Pertanyaan Seputar Topik Ini

Apa pesan utama dari kisah dalam kitab An-Nawaadir tersebut?
Pesan utamanya adalah bahwa ahli surga adalah mereka yang mampu bersyukur atas rezeki yang diterima dan bersabar atas ujian yang diberikan oleh Tuhan.
Siapa tokoh utama dalam kisah ini?
Tokoh utamanya adalah seorang wanita yang bijak dan ulama bernama Al-'Utbi yang tertegun mendengar jawaban sang wanita.

Dukung Kanal Suara Muslim Muda

Suka dengan konten kami? Dukung terus Tsaqafah.id untuk memproduksi konten literasi Muslim yang mencerahkan.

Mulai Berdonasi
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *