Masa PPKM, @nyantrikilat Selenggarakan Program Takhassus Ngaji Pranikah Online

Setelah sukses menyelenggarakan pengajian Ramadan pada bulan puasa kemarin, sekarang @nyantrikilat membuka kelas Ngaji kitab Zaadul ‘Aris wal ‘Arus (Bekal untuk Pengantin, baik laki-laki maupun perempuan). Atau kalau bahasa kerennya Kelas Pra-Nikah.

Tsaqafah.id – Presiden Jokowi mengumumkan masa PPKM Darurat dari tanggal 3-20 Juli 2021 pada Kamis, (01/07).

Kebijakan ini adalah sikap pemerintah terhadap kasus terkonfirmasi Covid-19 yang melonjak tiga kali lipat. Penurunan mobilitas dan kerumunan menjadi hal penting dalam masa PPKM Darurat ini. Dengan begitu, pemerintah kembali menganjurkan masyarakat untuk melakukan aktivitas kerja maupun ibadah dari rumah.  

Akan tetapi, kondisi seperti sekarang ini tidak bisa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dalam beraktivitas ataupun belajar dan mengurung diri tanpa berkomunikasi dengan orang lain.

Masa-masa seperti ini ada banyak kegiatan yang terselenggara secara online atau daring untuk mengisi waktu. Seperti yang dilakukan oleh dua pasangan emas Ning Sulma Safinatus Shofiyah dan Ning Atika Gunardho yang merupakan founder @nyantrikilat.

Setelah sukses menyelenggarakan pengajian Ramadan pada bulan puasa kemarin, sekarang @nyantrikilat membuka Program Takhassus Ngaji Pranikah kitab Zaadul ‘Aris wal ‘Arus (Bekal untuk Pengantin, baik laki-laki maupun perempuan) atau dalam bahasa kerennya adalah “Kelas Pra-Nikah”.

Penting ngga sih belajar ilmu pernikahan? Menurut kedua founder yang belum menikah tersebut, belajar ilmu pernikahan amat sangat penting. Karena untuk menjalankan ibadah paling panjang pasti butuh ilmu untuk menjalaninya. Agar pernikahannya menghasilkan keluarga yang sakinah, mawaddah, rohmah wa maslahah.

Baca Juga: Inilah yang Perlu Kamu Persiapkan Sebelum Menikah

Selain itu, kedua founder tersebut juga menggarisbawahi perihal peserta yang boleh ikut kelas ini adalah mereka yang ingin belajar, meskipun jomblo dan belum ada rencana untuk menikah. Karena, masih menurut Ning Sulma dan Ning Tika, “tidak ada ilmu yang sia-sia”.

“Jadi kelas ini boleh buat siapa aja. Baik yang masih berencana, belum berencana ataupun . . . . . . yang sudah menikah juga boleh banget.”

Kelas Pranikah ini akan diselenggarakan pada tanggal 14-24 Juli 2021. Kelas ini digelar seminggu tiga kali yaitu pada malam Kamis, malam Sabtu dan malam Ahad dimulai pada pukul 20.00-21.00 WIB.

Kelas Pranikah @nyantrikilat ini akan diampu oleh Ustaz Talkhis Ulinnuha. Beliau merupakan alumni dan dewan Asaatidz Madrasah Huffadh Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta.

“Panitia Kelas Pra-Nikah tidak memberi syarat khusus bagi teman-teman yang ingin mengikuti kelas tersebut. Kami hanya memungut biaya pendaftaran sejumlah Rp. 75.000,- yang sudah termasuk kitab dan biaya pendaftaran.” Tukas Ning Sulma.

“Bagi teman-teman yang ingin mendaftarkan dirinya, bisa langsung mengunjungi akun instagram kami @nyantrikilat. Dengan kamu membeli kitab, sudah otomatis membayar biaya pendaftaran.” Timpal Ning Tika.

Baca Juga: Inilah Beberapa Indikator Kebahagiaan Pernikahan Menurut Quraish Shihab

Sinopsis Kitab

Mengenai Kitab Zaadul ‘Aris wal ‘Arus ini merupakan kitab nukilan dari berbagai kitab, seperti karangan Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz Al Hadhromi dan dari berbagai kitab pernikahan seperti Qurrotul ‘Uyun, Fathul Izar, Fathul Qorib, ‘Uquddulujain, As Silah Fi Bayanin Nikah, dll.

Kemudian bab-bab yang akan kita pelajari nanti diantaranya tentang hukum menikah, keutamaan menikah, khitbah, membahas tentang hak suami-istri, makna dan syarat akad, mahar dan walimah.

Pembahasan dalam kitab ini ilmunya sangat mendasar dan diperlukan, baik untuk yang mau menikah ataupun yang sudah menikah tapi ingin me-recall dan menambah ilmu lagi dalam mengarungi bahtera pernikahan.

Selain itu yang membuat istimewa dan berbeda, kitab ini dilengkapi dengan nasihat dan kisah pernikahan di setiap babnya dari para ulama, seperti KH. Ali Maksum, KH. Maimoen Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, dan masih banyak lagi.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Gus Baha: Tanpa Tiga Hal Ini, Ilmu Sebanyak Apapun Tidak Akan Bermanfaat

Next Article

Menolak Lupa Founding Mothers Indonesia

Related Posts
Read More

Buku, Kuburan, dan Kisah Pemancing Gagal

“Kang, novel yang menceritakan kegagalan pemancing sampai seratus kali ini, kenapa sampai terkenal dan dapat penghargaan Nobel? Wong cuma menceritakan kegagalan kok. Padahal kan banyak kisah-kisah pemancing yang lebih cepat dan sukses mendapatkan hasil tangkapannya?”