Mengenal Nabi Muhammad Saw sebagai Negawaran

Mengenal Nabi Muhammad Saw sebagai Negawaran

17 Desember 2023
138 dilihat
2 menits, 45 detik

Judul: Muhammad Melihat Sang Nabi sebagai Negarawan, Penulis: William Montgomery Watt, Penerjemah: M. Isran, Editor: Edi AH Iyubenu, Penerbit: IRCiSoD, Tahun Terbit: 2020, Jumlah Halaman: 383, ISBN: 978-623-6699-06-5

Tsaqafah.id – Sebagai umat muslim, tentunya kita sudah mengenal Nabi Muhammad. Tetapi, sudahkah kita mengenal Nabi Muhammad dengan baik? Nabi Muhammad merupakan sosok teladan bagi umat Islam. Beliau adalah nabi terakhir yang diutus kepada seluruh umat manusia. Setelah beliau tidak ada nabi yang diutus untuk menggantikannya.

Buku dengan judul “Melihat Sang Nabi Sebagai Negarawan,” ini merupakan terjemahan dari buku aslinya yang berjudul “Muhammad: Prophet and Statesman”. Buku ini merupakan gabungan dari dua karya sebelumnya, yakni Muhammad at Mecca (1953) dan Muhammad at Medina (1956). Lazimnya karya orientalis, terdapat sejumlah argumen yang “menyimpang” dari pengetahuan-pengetahuan yang kita yakini selama ini.

Buku ini ditulis oleh William M. Watt. Ia lahir di Ceres, Fife, Scotlandia pada 14 Maret 1909. Ayahnya bernama Andrew Watt, seorang pendeta yang wafat ketika ia berusia satu tahun. Sedangkan ibunya bernama Jean Watt. William mengenyam pendidikan perguruan tinggi di George Watson’s College, Edinburg, sebelum melanjutkan studi di Baliol College, Oxford University. Sekitar tahun 1934 M dan 1938 M, ia memulai awal karirnya menjadi seorang asisten dosen di Universitas Edinburg.

Baca Juga

Sebagai seorang aktivis akademik, William juga memulai karir sebagai asisten pendeta di St. Mary Boltons, London, dari tahun 1938 M hingga 1941 M, serta di gereja Old St. Paul’s Edinburg dari tahun 1941 M hingga 1943 M. Tahun 1940  M, William juga diangkat sebagai seorang pendeta di Anglican Communion.

William pertama kali tertarik tentang studi Islam ketika dia bertemu dengan pria Muslim mahasiswa kedokteran hewan bernama Khwaja Abdul Mannan. Pada mulanya, Mannan adalah seorang Ahmadiyah, tapi setelah dipromosikan menjadi kolonel di tentara Pakistan, Ia meninggalkan komunitas tersebut. Karena berbeda keyakinan sering terjadi perdebatan antara William dan Mannan. Keingintahuan William terhadap dunia Islam dipicu oleh hal tersebut di masa mendatang.

Melalui karya yang William tulis, “Muhammad: Melihat Sang Nabi Sebagai Negarawan”, Ia memberi gambaran tentang sisi kenegarawanan Nabi Muhammad yang memiliki kontribusi besar dalam perubahan dunia selanjutnya, mulai dari hijrahnya Nabi Muhammad dari Makah ke Madinah, dan berbagai sisi kehidupan Nabi Muhammad diungkapnya di dalam karyanya, dan pengaruhnya sampai kini masih ada.

Baca Juga Fenomena Habib, Identitas Arab dan Sikap Kita

Dalam karyanya ini William berhasil menggambarkan konteks sosial, politik, dan keagamaan pada masa kehidupan Nabi yang dapat memberikan pemahaman kepada pembaca tentang pengaruh Nabi dalam membentuk masyarakat pada masa itu.

Dalam buku ini mengangkat sembilan bab. Pada awalnya berisikan tentang kehidupan remaja Nabi Muhammad, dimulai dari pertemuannya dengan pendeta Bahira yang menurut William ini hanya sebuah cerita yang didasari oleh pikiran-pikiran primitif.  

Kemudian berlanjut hingga kenabian Muhammad Saw dan bagaimana wahyu diterima Nabi Saw. Pada bab ketiga diceritakan perlawanan-perlawanan yang diterima dan juga hijrah Nabi Saw ke Abisinia serta peristiwa-peristiwa menarik lainnya.

Dalam buku ini disinggung pula keadaan Arab pra-Islam. Pada bab akhir buku ini memuat tentang penilaian terhadap Nabi Muhammad, mulai wajahnya, perawakan fisiknya, serta kelembutan sifatnya.

Baca Juga

Hal ini digambarkan dalam sebuah cerita ketika beliau mendengar tentang kematian Ja’far. Beliau mendatangi rumahnya dan memanggil tiga anak Ja’far, kemudian ia merangkulnya dan menciumnya seperti seorang ibu terhadap bayinya. Matanya berair dan berlinang jatuh, kemudian menangis tersedu-sedu.

Akhir sub bab ini William berpendapat bahwa Muhammad Saw adalah seorang yang imajinasi kreatifnya bekerja pada tingkat yang paling dalam dan menghasilkan gagasan-gagasan yang relevan terhadap permasalahan sentral eksistensi manusia, sehingga agamanya menyebar dan menarik para pengikutnya tidak hanya pada zamannya sendiri, tetapi juga pada abad-abad setelahnya.

Buku ini cocok dibaca oleh siapapun yang tertarik dengan kehidupan nabi. Buku ini ditulis dengan gaya yang jelas dan menarik. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi sebagian orang ketika membaca buku ini terasa membosankan karena memuat tentang sejarah.

Profil Penulis
Nila Wafiatun Nida
Nila Wafiatun Nida
Penulis Tsaqafah.id

1 Artikel

SELENGKAPNYA